Dampak Hukuman Fisik Pada Anak-anak

Bagaimana seorang ibu mendidik anak adalah urusan pribadinya. Cara mendisplinkan tiap anak pun berbeda-beda. Walaupun begitu, banyak ahli psikologi anak menyarankan agar para orangtua menghindari penggunaan hukuman fisik. Karena ada dampak negatif yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak. Berikut beberapa di antaranya:

Gangguan Suasana Hati

Hukuman fisik bisa mengakibatkan hal yang berhubungan dengan gangguan suasana hati (mood), termasuk depresi dan kegelisahan, gangguan kepribadian, kecanduan obat terlarang dan alkohol . Para peneliti juga memperkirakan sekitar tujuh persen penyakit mental pada orang dewasa kemungkinan disebabkan oleh hukuman fisik oleh orang tua mereka dulu ketika masih masa anak-anak.

Anak Menjadi Agresif dan Rentan Melakukan Tindakan Kekerasan

Sering dihukum fisik menjadikan anak cenderung memperlihatkan perilaku agresif. Perilaku tersebut mungkin baru muncul setelah beberapa tahun kemudian. Peneliti dari Tulane University menemukan, anak usia tiga tahun yang kerap dipukul, perilaku agresifnya muncul di usia lima tahun. Selain itu, studi yang diterbitkan dalam Child Abuse and Neglect di tahun 2011 juga menemukan bahwa hukuman pada badan yang diterima anak justru membuat mereka akan melakukan hal yang sama untuk mengatasi masalah ketika beranjak dewasa.

Sebenarnya Tidak Punya Efek Jera

Memukul anak tidak akan memberikan efek jera seperti yang dianggap oleh kebanyakan orang. Sebaliknya, si anak malah berpotensi melwan, memberontak, dan mengalami penurunan moral dan perilakunya menjadi lebih buruk.
Melihat efek-efek di atas, ada baiknya jika kita mulai mempertimbangkan hukuman yang akan diberikan kepada anak. Jika anak masih bisa diajak bicara, kenapa tidak? Sebisa mungkin, hindari melibatkan hukuman fisik saat mendidik anak.

This post has already been read 262 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation