Kreasi Makanan Perbaiki Gizi Anak

Persoalan gizi buruk pada anak di Indonesia tidaklah hanya menimpa daerah yang gersang dan tanpa bahan pangan yang mencukupi saja. Melainkan gizi buruk pada anak ini juga terjadi di daerah yang berlimpah akan padi dan sayurannya. Masalah gizi anak bukan hanya terjadi akibat dari masalah ekonomi saja. Ratanya mata pencaharian penduduk di daerah yang mayoritas petani menunjukkan adanya kemiripan ekonomi untuk setiap keluarga.

Masalah gizi buruk sebetulnya berpangkal dari pola makan yang buruk. Hal ini menjadikan masyarakat dengan ketersediaan pangan yang cukup, dengan pola  makan yang buruk maka gizi anak pun ikut menurun. Salah satu program yang pernah dicanangkan oleh seorang bidan untuk sebuah desa yaitu program gizi berbasis masyarakat berkelanjutan.

Mengkreasikan Makanan

Program pada tahun 2011 itu dinamakan ‘positif devian’. Program tersebut memberikan pengetahuan akan gizi seimbang, pemberian makanan tambahan, serta demonstrasi untuk membuat jajanan anak dari bahan pangan lokal. Ide jajanan anak adalah sebagai tambahan asupan gizi anak-anak lewat makanan berupa camilan yang sehat serta swadaya. Pembuatan jajanan anak ini juga sebagai cara agar ibu-ibu rumah tangga bisa berkreasi dengan bahan pangan yang ada di daerah mereka. Mulai dari singkong, kedelai, pisang yang diubah menjadi bahan tepung-tepungan yang fungsinya bisa dijadikan sebagai bahan panganan anak tersebut. Kreasi makanan contohnya dari ketela adalah wingko babad ketela, hanya singkong parut dan kelapa parut saja bahannya. Adapun mendo telo, makanan ini berasal dari ketela rambat, kelapa, gula jawa, dan santan kelapa.

Perbaikan gizi anak melalui kreasi makanan ini juga untuk daerah semacam perkotaan bisa dilakukan untuk memudahkan anak-anak yang tidak suka sayur ataupun jenis makanan lainnya dengan membuat resep yang disukai anak-anak dengan menyelipkan bahan makanan yang penting bagi tubuh mereka tapi mereka tidak menyukainya. Anda juga bisa menyelipkannya dalam bekal yang anda bentuk dengan ragam bentuk lucu agar mereka tertarik memakannya. Misalnya bento. Membuat makanan dengan berbagai bentuk akan memungkinkan anak penasaran memakannya, dengan ini kebutuhan gizi anak pun bisa diperbaiki.

This post has already been read 471 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation