Apa Sebenarnya Pengaruh Susah Bicara Terhadap Tumbuh Kembang Balita Anda?

good parentingSeorang ibu pastinya sangat senang ketika buah hatinya sudah mulai menyeloteh walaupun terkadang kata-katanya masih belum bisa di mengerti. Apalagi jika balita tersebut sudah mulai bisa memanggil Anda dengan sebutan “mama”, maka pastinya Anda akan merasa menjadi ibu yang paling sempurna saat itu juga.

Anda pun juga akan merasa lega karena bayi Anda berarti bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Sebaliknya, jika anak Anda belum bisa berbicara sepatah katapun, seorang ibu pasti akan khawatir akan tumbuh kembang balita kesayangannya.

Ya benar, tumbuh kembang balita memang salah satunya diukur dengan berbicara. Seorang bayi yang sehat pasti dalam beberapa bulan sudah mulai dapat menirukan suara orang-orang yang terdekatnya, khususnya ibu karena bayi mempunyai daya rangsang yang baik. Pada umur 6 bulan, biasanya sang bayi sudah dapat berceloteh atau menirukan suara orang tuanya. Pada umur 10 bulan, bayi biasanya akan merespon jika dipanggil dan akan memperlihatkan emosinya ketika menangis atau tertawa. Kemampuannya akan semakin meningkat mengikuti laju umurnya yang semakin bertambah.

tumbuh kembang balita

Namun, apa jadinya jika anak Anda mengalami keterlambatan bicara. Anak Anda pasti akan dianggap kurang cerdas atau pertumbuhannya lambat. Keterlambatan berbicara biasanya terjadi pada bayi yang lahir prematur dan mengalami beberapa komplikasi pada bagian tubuhnya, berat badan bayi yang rendah, bayi yang sering muntah, bayi yang mengalami gangguan pendengaran dan bayi yang ibunya mengalami infeksi kehamilan.

Bila salah satu faktor tersebut pernah dialami oleh bayi Anda, maka Anda harus lebih waspada terhadap tumbuh kembang balita, terutama masalah bicaranya karena itu akan sangat berpengaruh pada masa depannya kelak.

tumbuh kembang balita

Selain itu, keterlambatan bicara juga mendeteksi adanya gangguan pada pendengaran anak, gangguan kecerdasan, mungkin juga pada sebagian kasus sebagai pertanda autis. Gangguan pendengaran terjadi jika anak tidak merespon perintah dari Anda sebagai orang tua, misalnya perintah untuk menirukan lagu.

Gangguan kecerdasan dapat terjadi ketika si kecil tidak merespon ketika diajak berjabat tangan. Gangguan autis terjadi ketika buah hati Anda tidak mau melakukan kontak mata dengan lawan bicaranya. Hal –hal tersebut tentunya akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang balita karena si kecil tidak dapat tumbuh normal seperti anak-anak lain. Jika itu terjadi pada balita Anda, maka Anda harus langsung berkonsultasi ke dokter supaya cepat mendapatkan penanganan yang tepat.

This post has already been read 958 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation