Pola Pengasuhan Anak Mempengaruhi Karakter Anak

Tanpa banyak orang tua sadari, pola pengasuhan anak ternyata sangat mempengaruhi karakter anak ke depannya. Anak bagaikan sebuah kertas putih bersih. Kita sebagai orang tualah yang akhirnya akan memberikan warna di dalamnya. Pola asuh anak sejak kecil pastinya akan membekas ke dalam pikiran dan alam bawah sadarnya.

Hal itu sering tidak disadari oleh para orang tua sehingga mereka sering mengasuh dengan cara yang salah. Maka dari itu memperhatikan pola asuh anak haruslah diperhatikan dengan baik agar dia bisa tumbuh dengan baik ke depannya.

Continue Reading →

10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak (Part 2)

Kembali ke Part 1

6. Memelihara kemandirian anak Anda.

Anda harus tahu kapan harus membantu anak dan kapan anak tidak perlu dibantu. Menetapkan batas membantu anak Anda bermanfaat untuk mengembangkan kemandirian anak. Bila kemandirian anak tidak dibangun sejak kecil ia bisa tumbuh sebagai anak yang tergantung pada orang lain bahkan bisa menjadi anak manja.

Tidak selalu mendapat pertolongan dan bantuan dari orangtua, anak bisa berpikir untuk mengarahkan dirinya sendiri. Kemandirian bagi anak merupakan kunci sukses untuk melanjutkan kehidupannya. Anak-anak menganggap kemerdekaan sebagai salah satu kebutuhan, karena itu adalah bagian dari sifat manusia merasa ingin memegang kendali daripada merasa dikendalikan oleh orang lain.

Berikan kepercayaan untuk anak agar bisa mandiri lebih baik daripada selalu membantu anak hingga anak tidak bebar perkreasi dan berpikir, pada satu titik hal seperti ini bisa membuat anak membangkang dan bertolak belakang dengan keinginan orantua.

7. Konsisten.

Aturan jelas penting dalam sebuah rumah tangga. Jika Anda memiliki peraturan yang terus berubah-ubah setiap hari, tentu anak akan merasa bingung dan menganggap Anda sebagai seorang pembohong. Buat aturan hanya sekali. Hal yang paling penting adalah konsisten. Semakin otoritas Anda didasarkan pada kebijaksanaan dan bukan pada kekuasaan, semakin sedikit anak Anda akan menantang itu.

8. Hindari disiplin keras.

Cara menghukum anak yang klasik sengan meberi hukuman fisik merupakan salah satu cara menghukum yang memiliki efek terburuk. Anak-anak yang dipukul, memukul atau menampar lebih rentan untuk berkelahi dengan anak-anak lain. Mereka lebih cenderung menjadi pengganggu dan lebih mungkin untuk menggunakan agresi untuk memecahkan perselisihan dengan orang lain.

Cara untuk menghindari disiplin keras salah satunya dengan mencontohkan kegiatan positif dalam kehidupan Anda kepada anak-anak. Dengan melihat contoh yang baik anak akan lebih mudah meniru. Semakin besar usia anak maka mereka semakin membutuhkan figure orangtua sebagai contoh nilai-nilai postif dalam kehidupan. Hindari disiplin keras merupakan salah satu usaha Anda untuk melakukan pola pengasuhan yang baik.

9. Jelaskan aturan dan keputusan Anda.

Apa yang Anda pahami sebagai orangtua tentunya ada perbedaan dengan anak Anda yang usianya masih sangat muda. Anak terlahir tanpa sebuah pengalaman. Jangan harap mereka akan memaknai segala macam hal sama seperti Anda.

Jelaskan aturan dan keputisan Anda kepada anak. Kalaupun ada teguran, berikan penjelasan mengapa orangtua menegur kesalahan anak. Umumnya saat anak dibawah 12 tahun orangtua perlu melakukan penjelasan secara mendalam, berbeda dengan anak di atas 12 tahun, mereka memerlukan lebih sedikit penjelasan. Pola mikir anak sudah mulai terbentuk. Orangtua hanya perlu melakukan pendampingan dan pemantauan.

10. Perlakukan anak Anda dengan hormat.

Cara terbaik untuk mendapatkan perlakuan hormat dari anak Anda adalah untuk memperlakukan dia dengan hormat. Anda harus memberikan anak Anda courtesies yang sama Anda akan berikan kepada orang lain. Berbicara dengannya sopan. Menghormati pendapatnya. Perhatikan ketika ia berbicara kepada Anda. Perlakukan dia dengan ramah. Cobalah untuk menyenangkan hatinya ketika Anda bisa melakukannya. Anak-anak memperlakukan orang lain dengan cara orang tua mereka memperlakukan mereka. Hubungan Anda dengan anak Anda adalah dasar bagi hubungan anak dengan orang lain.

Sekalipun anak Anda melakukan kesalahan, hindari memberikan sanksi didepan teman-temannya. Jangan berteriak-teriak sambil mengucapkan kata kasar kepada anak di depan orang asing atau di depan teman-temannya. Bila Anda pernah melakukan ini, segeralah meminta maaf kepada anak Anda. Dipermalukan seperti ini merupakan kesalahan orangtua yang banyak dilakukan dan buruknya ini sangat tertanam dalam ingatan anak hingga ia dewasa.

Tidak ada orangtua yang sempurana, yang ada hanyalah orangtua yang ingin melakukan hal terbaik untuk anaknya. Banyak cara untuk melakukan pola pengasuhan yang baik. 10 peraturan untuk orangtua di atas seharusnya bisa dilakukan untuk kebaikan tumbuhu kembang anak secara fisik ataupun mental.

Orangtua yang baik, kata Steinberg, adalah “orangtua yang menumbuhkan psikologis penyesuaian-unsur seperti kejujuran, empati, kemandirian, kebaikan, kerjasama, kontrol diri dan keceriaan.

“Orangtua yang baik adalah orangtua yang membantu anaknya berhasil di sekolah,” ia melanjutkan. “Ini menghalangi anak dari perilaku anti-sosial, kenakalan, dan penggunaan narkoba dan alkohol. Dan orang tua yang baik adalah orang tua yang membantu melindungi anak-anak terhadap perkembangan kecemasan, depresi, gangguan makan dan jenis lain tekanan psikologis.”

Buku-buku lain Steinberg :

Anda dan Remaja Anda: Panduan Orang Tua untuk Abad 10 sampai 20 (HarperCollins, 1997),

Crossing Jalan: Bagaimana Remaja Anak Anda Pemicu Krisis Pernah (Simon & Schuster, 1994),

Beyond Kelas: Mengapa Sekolah Reformasi Telah Gagal dan Orang Tua Apa yang Perlu Atraksi (Simon & Schuster, 1996).

Kembali ke Part 1

10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak (Part 1)

Apakah Anda terus-menerus mencari info terbaru tentang parenting untuk memastikan apa yang Anda lalukan semuanya sudah tepat? Anda dapat sedikit relaks, menurut psikolog Universitas, Laurence Steinberg, mengatakan bahwa orangtua yang sempurna itu tidak ada.

Kata Steinberg, “Tapi saya belum pernah bertemu orangtua yang sempurna 100 persen”.  Ada 10 rangkaian prinsip-prinsip dasar parenting yang baik. Hal ini bisa menjadi acuan dalam gaya pola pengasuhan anak yang baik. Steinberg percaya ini bisa menjadi format yang sempurna untuk para orangtua yang sibuk setiap harinya.

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dalam setiap masyarakat daripada membesarkan anak-anak, dan tidak ada pengaruh yang lebih penting tentang bagaimana anak-anak mengembangkan daripada orangtua mereka.”

Berikut ini adalah gambaran singkat dari 10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak yang baik:

1. Apa yang Anda lakukan

Katakan pada diri Anda setiap hari. Bagaimana cara Anda memperlakukan dan menanggapi anak. Anda harus tahu apa yang sedang Anda perbuat terhadap anak Anda dan apa manfaatnya. Selalu bertanya pada diri Anda sendiri: Apa efek akan keputusan saya terhadap anak saya?

2. Anda tidak bisa terlalu mencintai.

Sebagai orangtua tentu kita sangat mencintai anak kita. Tapi sebaiknya Anda tidak perlu menunjukan ekspresi bahwa Anda sangat mencintai anak Anda. Tunjukan sikap sebagai orangtua yang hangat hingga anak menyadari bahwa ada kasih sayang dan cinta antara Anda dengan dirinya, ini sudah cukup dibandingkan menunjukkan sikap yang terlalu mencintai hingga berlebihan. Biasanya sikap berlebihan ditunjukkan pada sikap over protect kemudia pemberian materi yang berlebihan, member harapan dan memanjakan anak.

3. Terlibat dalam kehidupan anak Anda.

Anda sibuk mengajar karir Anda? Anda katakana semua untuk kepentingan anak dan keluarga? Sebagai orangtua tidak bole terlupakan, Anda perlu terlibat langsung dalam kehidupan anak Anda.

Susun kembali jadwal kegiatan Anda, letakkan kehidupan anak sebagai prioritas. Kepentingan anak dan keluarga memang harus benar-benar diperhatikan. Jangan mengeluh ketika Anda mengorbankan kepentingan Anda untuk terlibat dalam kehidupan anak Anda. Beri dukungan baik mental maupun fisik merupakan pola pengasuhan anak yang baik bagi tumbuh kembang anak.

4. Peting untuk beradaptasi agar sesuai dengan kebutuhan anak Anda.

Kebutuhan anak mengalami perubahan pada setiap fase kehidupannya. Sebagai orangtua penting bagi Anda untuk bisa beradaptasi agar sesuai antara apa yang Anda usahakan untuk anak dengan apa yang dibutuhkan anak Anda.

Seiring waktu anak semakin besar, semakin banyak kebutuhan, semakin banyak pertanyaan dan semakin bergejolak di dalam kehidupan pribadinya. Ketahui dengan peka apa yang sedang dibutuhkan dengan anak Anda. Bawa ke posisi dimana anak Anda merasa ia di merdekakan oleh orantuanya.

Bila ada argumentasi antara anak dengan orangtua, ini merupakan hal yang wajar. Hadapi pertanyaan-pertanyaan yang ada dengan memberikan arahan yang tepat.

5. Membentuk dan menetapkan aturan.

Jika Anda tidak mengelola perilaku anak Anda dari anak masih kecil, ia akan memiliki kesulitan untuk belajar bagaimana mengelola dirinya sendiri ketika dia sudah lebih tua dan Anda sudah tidak berada disampingya untuk merawatnya.

Setiap saat, siang atau malam, Anda harus selalu mampu menjawab tiga pertanyaan: Dimana anak saya? Dengan siapa anak saya saat ini? Apa yang sedang anak saya lakukan? Penting untuk membentuk aturan dan menetapkan aturan di dalam sebuah rumah tangga.

Beri arahan agar anak mengetahui bahwa menjawab ketiga pertanyaan tersebut merupakan hal yang sangat penting untuknya. Karena ini merupakan hal yang penting, sekalipun tidak ditanya, anak seharusnya memiliki kesadaran untuk mengabarkan kepada orangtuanya setelah anak mulai dewasa.

Melanjutkan ke Part 2