Masa Pertumbuhan Anak Sangat Membutuhkan Asupan Berikut dan Juga Takarannya

Masa Pertumbuhan Anak

Kita sebagai orang tua pasti menginginkan dan mengharuskan diri kita agar dapat memberikan makanan bernutrisi, bergizi, sehat, dan juga enak pastinya untuk anak kita, guna membantu Masa Pertumbuhan Anak. Tetapi apakah kita sudah tahu apa apa saja zat-zat yang harus diberikan kepada anak?

Continue Reading →

Konsentrasi Si Kecil Tumbuh Maksimal Dengan Buah Dan Telur

gizi-pada-anak-sekolah-300x199

Buah hati kita adalah titipan paling berharga yang harus dan wajib kita jaga dan rawat dengan baik. Sebagai orang tua terutama ibu, pertumbuhan seorang anak pastinya akan sangat diperhatikan. Pertumbuhan yang baik tidak luput dari asupan nutrisi yang baik pula yang diberikan kepada sang anak.

Seiring bertambahnya usia si anak pasti sang anak akan mengalami pertumbuhan dan kebutuhan asupan makanan bergizi yang lebih pula dari biasanya. Asupan makanan yang wajib dikonsumsi setiap harinya oleh si kecil adalah daging, susu, buah-buahan sampai sayur-sayuran. Asupan makanan tersebut sangat berguna untuk tumbuh kembang dan pertumbuhan Konsentrasi Si Kecil.

Continue Reading →

Menghadapi Anak Remaja Berpacaran

Orangtua menginginkan anak remaja tumbuh kembang sesuai dengan usianya. Orangtua juga berharap lingkungan sosial anak di luar rumah bisa terjaga dengan baik. Tapi pada usia tertentu, anak akan mulai menyukai lawan jenis dan anak remaja mulai berpacaran. Lalu bagaimana menghadapi anak remaja yang mulai berpacaran?

Ketika anak memasuki usia remaja, usia 15 tahun, mungkin anak sudah dipenghujung kelas 3 SMP. Anak sudah melewati masa puber. Mereka sudah mulai bisa memiliki ketertarikan pada lawan jenis. Awalnya anak remaja hanya melihat dari ketampanan atau kecantikan temannya. Bila dirasa penampilan temannya menarik dan enak dipandang maka akan timbul rasa suka.

Dimulai dari rasa suka, selanjutnya anak remaja menunjukkan sikap agresif. Anak remaja mulai ingin terlihat selalu rapih, wangi dan mulai menggunakan barang-barang yang menandakan dirinya sudah semakin besar, sudah semakin dewasa. Kemudian orangtua harus memaklumi akan perubahan penampilan pada anak remaja tersebut.

Anak remaja berpacaran kini sudah semakin umum. Namun, bila anak remaja kita yang berpacaran bagaimana menanggapinya?

1. Pendekatan khusus 

orangtua-pendekatan-dengan-anak-remaja

Lakukan pendekatan ekstra pada anak kita. Orangtua harus mampu masuk jauh kedalam khayalan dan dunia anak remajanya. Sebagian orangtua memiliki aturan bahwa tidak ada ijin anak remaja berpacaran. Tetapi, orangtua perlu mendalami, saat di luar rumah apakah anak remaja kita tetap mematuhi aturan tersebut? Ketahui dengan pendekatan khusus, tanyakan siapa teman bermainnya, teman dekat di sekolah, dan apa saja kegiatan yang dilakukan oleh anak selama di luar rumah.

2. Ketahui siapa teman dekatnya

Siapa saja yang berada dilingkungan anak kita sebaiknya orangtua mengetahui. Apa dampak dari bergaul dengan temannya itu juga perlu dipantau. Bukan membatasi tapi sebatas mengenal dan mengetahui pergaulan anak remaja Anda.

3. Bila anak remaja ketahuan berpacaran, ingatan kewajiban dan haknya sebagai anak

Memberikan larangan bagi anak remaja yang sudah terlanjur jatuh cinta sangatlah sulit. Pada dasarnya melarang orang untuk jatuh cinta memang hal yang sulit, berlaku untuk usia berapapun. Bila sudah ketauan anak remaja berpacaran, sebaiknya orangtua mengingatkan kewajiban dan haknya sebagai anak. Hindari memarahi dan bersikap keras atau dingin kepada anak. Tunjukkan sisi pengertian dan penuh kelembutan saat berbicara mengenai kewajiban anak. Tugas utama anak adalah belajar, menuntut ilmu dan menjadi anak yang patuh pada orangtua. Hak anak adalah mendapatkan perhatian, sanjungan, penghargaan dari orangtua atas prestasi yang dicapainya.

Keterbatasan waktu kadang menjadi hambatan bagi orangtua untuk menerapkan hal-hal di atas dalam menghadapi anak remaja yang berpacaran. Namun, kesibukan bukan alasan untuk tidak memperhatikan pertumbuhan anak. Pada usia remaja, orangtua harus bisa memposisikan diri sebagai teman atau kakak. Sehingga figur orangtua bukan ditakuti melainkan disegani.