Tips Mendidik Anak dalam Belajar

Parenting yang baik – Sebagai orangtua yang memiliki anak di usia sekolah, mendidikan anak dalam belajar merupakan sebuah rutinitas baru yang mau tidak mau harus dilakukan. Tidak hanya saat usia sekolah sebenarnya rutinitas itu bisa dilakukan. Ketika akan menghadapi tahun masuk sekolah orangtua sudah bisa membimbing anaknya untuk belajar berbagai ilmu pengetahuan. Rutinitas itu sepertinya mudah, tetapi dalam kenyataannya banyak orangtua yang gagal melakukannya. Maka dari itu orangtua harus membaca beberapa tips di bawah ini agar bisa berhasil membantu anak belajar. Continue Reading →

Mispersepsi Orang Tua Saat Menyuruh Anak Makan

Ada mispersepsi orang tua saat menyuruh anaknya makan. salah satu akibatnya bisa mengembangkan perilaku kurang baik seorang anak saat makan. Ujung-ujungnya ada penurunan selera makan dan berakibat pada kesehatan anak

Kebanyakan orang tua suka sekali memaksa anak menghabiskan makan dengan porsi yang banyak dan harus habis. Kadang orang tua tidak perduli anaknya sudah kekenyangan. Mispersepsi orang tua jelas terlihat dari kebiasaan saat menyuruh makan seperti itu. Ini sebenarnya bisa menghilangkan selera makan anak.

Tips Good Parenting

1. Saat menyuruh anak makan jangan dengan paksaan dan nada bicara seperti marah-marah. Bila ini terjadi anak akan merasa bahwa makan adalah sebuah hukuman. Karena pada usianya memang anak belum mengerti tentang fungsi atau manfaat makan. Continue Reading →

Good Parenting: Etika Meletakkan Alat Makan

Sehari-hari anak banyak menerima pelajaran sehingga mereka dari tidak tahu menjadi tahu. Ada satu hal yang juga perlu mereka ketahui, yaitu tentang etika saat makan di meja makan.

Banyak sekali hal spontanitas yang bisa dilakukan seorang anak ketika sedang makan bersama di meja makan. Salah satu cerita, saat pelayan mengantar menu yang kita pesan, anak bertanya-tanya apa itu dan apa ini. Tidak jarang juga bila yang dihidangkan belum pernah dilihat sebelumnya, maka anak akan merasa penasaran sampai bertanya berulang-ulang dan mengeluarkan suara besar. Sementara orang tua sibuk merapikan tataan menu di meja makan dan mengabaikan pertanyaan anak. Anak terus mengulang pertanyaan sampai akhirnya mengganggu orang di meja lain. Continue Reading →

Ketahui Cara Mengatasi Takut Gelap

Agar rasa ketakutan khususnya takut gelap tidak terbawa hingga dewasa, pada usia 9-10 tahun anak harus mendapatkan perlakuan yang tepat. Orangtua bisa membantu dengan membiasakan perilaku sehat seperti pola tidur yang sehat. Bantu anak dengan mengantarnya tidur dan menciptakan ruang dan keadaan yang nyaman untuk anak sebelum ia tidur dan ditinggalkan sediri.

Atur kegiatan anak dengan baik. Kegiatan yang banyak menyita tenaga seperti bermain lari-larian diberhentikan sekitar 2-3 jam sebelum anak pergi tidur. Duduk bersama, menonton atau membacakan buku cerita bisa menjadi pilihan yang tepat. Anak bisa relaks, dan disaat pikiran anak mulai relaks, orangtua menceritakan hal-hal yang memiliki nilai positif.

Orangtua bisa memasukkan bermacam pesan melalui cerita pada saat anak ingin pergi tidur. Anda bisa mencobanya mulai tetang anak pemberani, anak baik hati, anak yang perduli lingkungan, anak yang suka menolong, anak yang suka beramal atau apapun yang memiliki nilai kebaikan.

Anak sangat menikmati situasi seperti ini. Menurut sebagian orangtua moment ini adalah cara paling efektif mendekatkan anak dengan orangtua.

Berbagai Sumber

Mengapa Kita Takut Gelap?

Saat sekitar kita mendadak gelap, maka ketakutan muncul dan berubah manjadi sebuah ketegangan. Kemudian tubuh kita secara otomatis akan ikut tegang. Pundak dan otot-otot disekitarnya akan mengeras. Sesuatu yang irasional mulai kita pikirkan. Timbul kewaspadaan yang berlebihan dan terus-menerus membayangkan hal mengerikan.

Bila ini terjadi terus-menerus dan terasa semakin menakutkan, bisa jadi sedang mengalamin phobia gelap. Merasa super ketakutan saat gelap. Apakah Anda takut gelap? Atau Anak Anda mungkin takut gelap?

Sebagian ahli mengatakan bahwa rasa ketakutan saat gelap didapat karena genetik. Dahulu, nenek moyang kita mengalami ketakutan karena rasa takut dimangsa oleh predator dan hewan buas lainnya. Mereka terbiasa bersembunyi di goa dan tempat gelap lainnya. Saat berdiam diri di tempat gelap, rasa ketakutan dan fantasi mengerikan terus terbayang-bayang hingga merasa tidak berdaya dalam gelap.

Ada pelajaran yang di dapat dari penyerangan oleh singa di Tanzania sejak 1988 sampai 2009. Sebanyak 474 manusia mengalami penyerangan oleh singa. Sebanyak 60% berhasil diserang saat jam 6 sore dan 9.45 malam dan untuk 40% diserang di waktu lainnya.

mangapa-kita-takut-gelap-1

Pada saat gelap memang kebanyakan orang menjadi penakut dan sibuk dengan fantasi mengerikan hingga lebih mudah mendapatkan penyerangan oleh hewan buas.

Anak ketakutan dalam gelap
Anak takut dalam gelam merupakan kisah terbanyak dari ceritaketakutan yang ada. Diantara usia 4-6 tahun ketakutan anak sangat tinggi dan ini terus terjadi hingga usia 9 tahun. Setelah melewati usia 9 tahun biasanya perasaan takut gelap ini akan berkurang.

Parahnya kadang setelah melewati usia 9 tahun ada sebagian anak yang rasa takut gelapnya tidak menurun melainkan bertambah dan ketakutan ini bisa terbawa hingga dewasa. Pada tahun 2001 ada sebuah penelitian yang mengungkap bahwa 5% wanita dewasa merasa takut gelap dan 2% pria mengakui hal yang sama.

Sangat penting untuk Ketahui Cara Mengatasi Takut Gelap. Ketakutan harus diakhiri pada usia 9 tahun.

sumber: dailyinfographic

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis?

Banyak alasan mengapa anak suka marah-marah kemudian menagis. Hal ini lebih sering terjadi pada anak usia balita. Mengapa begitu? Anak balita belum menguasai kosakata dengan banyak. Mereka bisa saja mengalami kesulitan untuk menyampaikan apa yang dirasakannya.

Di saat bersamaan kadang ada faktor eksternal yang menjadi pencetus anak suka marah-marah. Diledek atau di ejek membuat seorang anak merasa dipermainkan. Tanpa sadar orang-orang disekitar suka sekali melakukan hal ini. Berulangkali si anak membuat pernyataan atau terlihat mulai marah, tapi orang-orang disekitar terus meledek dan seolah tidak melihat isyarat kemarahan pada anak. Hal demikian merupakan cerita terbanyak yang sering ditemui.

Anak suka marah-marah karena ia merasa sendiri dan anak mengira tidak ada seorang pun yang mengerti akan keinginannya. Saat anak merasa benar-benar tidak dipahami, biasanya ini menjadi penyebab anak menangis. Luapan kekesalannya diperlihatkan anak dengan menangis.

Apa yang harusnya orangtua lakukan?

Sebelum anak mendapatkan lingkungan luar, seperti sekolah atau lingkungan pendidikan lainnya, orangtua merupakan figure terhebat yang dimiliki oleh seorang anak. Anak beranggapan bahwa orangtua adalah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai.

Jangan Berikan Muka Galak

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-1-muka-galak

Bila anak sedang marah dan tidak bisa menyampaikan amarahnya dengan baik, orangtua hanya perlu bersikap menjadi sosok seperti yang anak-anak bayangkan. Jadilah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai. Lakukan dengan tepat. Lakukan dengan porsi yang pas tidak berlebihan. Jangan memperlihatkan muka galak. Ini hanya membuat anak merasa semakin tidak dimengerti oleh Anda.

Mengerti keinginan anak merupakan tugas yang tidak mudah, tapi dengan melatih anak untuk berbicara ketika ingin menyampaikan sesuatu adalah hal yang wajib dicoba. Orangtua harus membiasakan anaknya berbicara saat memiliki keinginan. Jelaskan kepada anak bahwa marah-marah kemudian menagis adalah hal yang tidak memiliki manfaat, karena orang lain tidak dapat mengerti keinginannya hanya dengan melihatnya menangis.

Tidak Meberikan Hukuman Fisik

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-2

Dengan memberikan hukuman fisik kepada anak tanpa sengaja Anda sedang memperlihatkan ke anak cara menyampaikan sesuatu dengan cara yang salah. Kalau begitu apa bedanya Anda dengan anak yang suka marah-marah?

Hindari hukuman fisik, biasakan segala sesuatu dengan bicara. Hanya dengan bicara dan berdiskusi orangtua dan anak bisa saling memahami. Hukuman fisik bisa menyebabkan efek buruk pagi perkembangan psikologi anak. Hal ini menyalahi peraturan peraturan untuk orangtua.