Parenting Yang Baik mengatasi Kakak Cemburu dengan Adik

Parenting yang baik adalah bagaimana cara kita memperlakukan anak dengan baik sehingga anak merasa dibahagiakan dan nyaman atas perlakuan kita kepada mereka. Lalu, bagaimana menerapkan parenting yang baik untuk mengatasi kakak cemburu dengan adik?

Kalau ditanya, “kakak sayang gak dengan adik?” Jawabnya sih, sayang. Tapi keluhannya soal adik dari si kakak ada aja. Kalau tidak didengarkan nanti si kakak suka marah, ngambek dan uring-uringan. Pada akhirnya si kakak bilang, “Bunda lebih sayang adik daripada kakak”. Continue Reading →

Solusi Mengatasi Anak Suka Marah

Sehari-hari orangtua selalu beriteraksi dengan anak. Tapi apakah orangtua sudah cukup baik dalam mengenali anaknya? Memiliki anak suka marah bisa menjadi masalah untuk sebuah hubungan ibu dengan anaknya. Seperti dikutip dari The Baby Book karangan William dan Martha Sears, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah.

Berikut ini bebrapa cara untuk meredamnya. Ketahui tips parenting berikut sebagai solusi mengatasi anak suka marah:

1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah

Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, apakah dia sedang merasa lapar, bosan,  suasana lingkungan yang tidak mendukung, menginginkan sesuatu atau benda tetapi tidak terpenuhi, atau bisa juga karena sebab lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.

2. Memberikan contoh sikap tenang padanya

ketika anak marah, volume bicaranya akan meninggi dan memancing orangtua untuk membalasnya lebih tinggi. Hindari keadaan ini. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya.

Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar. Secara tidak langsung perilaku “pemarah” akan terbentuk pada pribadi anak tersebut. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi orangtua jangan suka memarahi anak saat di depan orang lain. Apalagi pada kesalahan-kesalahn kecil yang diperbuat oleh anak-anak.

3. Ketahui siapa yang sedang marah

Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali. Jika anak anda sedang mengambeg, maka sebaiknya anda berkepala dingin, sabar dan menghadapi anak anda dengan lembut. Menasihati anak dengan nada keras tidak akan bermanfaat, malah akan menyakiti hatinya, apalagi pada saat anak/balita anda menangis, nasihat yang anda lontarkan tidak akan didengarnya. Sebaiknya menasihati menunggu waktu yang tepat, saat hati dan pikirannya tenang.

4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum

Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk menggendong dan membawanya ke tempat yang lebih sepi. Membuatnya tenang, ketika si anak tenang, maka akan mudah kata-kata nasihat anda diserap dan dimengerti olehnya.

Sebaiknya tidak memberikan seluruh nasihat saat anak melakukan kesalahan di depan umum. Ini hanya akan mengintimidasi anak. Waktu terbaik untuk memberikan nasihat kepada anak adalah disaat jiwanya tenang, dan pada keadaan tetamood seperti menjelang tidur dan bangun tidur.

5. Memeluk dan merangkulnya erat

Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah. Rasa nyaman yang timbul akan membuatnya lebih tenang dan melunak hatinya. Diharapkan Orangtua harus lebih memahami dan berperilaku lembut pada saat anak berperilaku keras. Dengan begitu, anak pun akan lebih mudah diatasi. Dengan memeluk anak, akan membuatnya merasa dimengerti dan dipahami.

6. Menahan diri adalah terapi yang baik

Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah. Menasihati anak pada saat dia sedang dalam kondisi tenang, akan lebih diserap dan diterima oleh otaknya, sehingga anak akan menurut/mengerti apa yang disampaikan orangtuanya.  Seperti halnya, saat menyelesaikan suatu masalah, ketika menyelesaikannya dengan kepala dingin, tenang, dan menggunakan pikiran jernih, maka masalah akan dapat lebih mudah terlesaikan dengan solusi yang tepat.

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis?

Banyak alasan mengapa anak suka marah-marah kemudian menagis. Hal ini lebih sering terjadi pada anak usia balita. Mengapa begitu? Anak balita belum menguasai kosakata dengan banyak. Mereka bisa saja mengalami kesulitan untuk menyampaikan apa yang dirasakannya.

Di saat bersamaan kadang ada faktor eksternal yang menjadi pencetus anak suka marah-marah. Diledek atau di ejek membuat seorang anak merasa dipermainkan. Tanpa sadar orang-orang disekitar suka sekali melakukan hal ini. Berulangkali si anak membuat pernyataan atau terlihat mulai marah, tapi orang-orang disekitar terus meledek dan seolah tidak melihat isyarat kemarahan pada anak. Hal demikian merupakan cerita terbanyak yang sering ditemui.

Anak suka marah-marah karena ia merasa sendiri dan anak mengira tidak ada seorang pun yang mengerti akan keinginannya. Saat anak merasa benar-benar tidak dipahami, biasanya ini menjadi penyebab anak menangis. Luapan kekesalannya diperlihatkan anak dengan menangis.

Apa yang harusnya orangtua lakukan?

Sebelum anak mendapatkan lingkungan luar, seperti sekolah atau lingkungan pendidikan lainnya, orangtua merupakan figure terhebat yang dimiliki oleh seorang anak. Anak beranggapan bahwa orangtua adalah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai.

Jangan Berikan Muka Galak

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-1-muka-galak

Bila anak sedang marah dan tidak bisa menyampaikan amarahnya dengan baik, orangtua hanya perlu bersikap menjadi sosok seperti yang anak-anak bayangkan. Jadilah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai. Lakukan dengan tepat. Lakukan dengan porsi yang pas tidak berlebihan. Jangan memperlihatkan muka galak. Ini hanya membuat anak merasa semakin tidak dimengerti oleh Anda.

Mengerti keinginan anak merupakan tugas yang tidak mudah, tapi dengan melatih anak untuk berbicara ketika ingin menyampaikan sesuatu adalah hal yang wajib dicoba. Orangtua harus membiasakan anaknya berbicara saat memiliki keinginan. Jelaskan kepada anak bahwa marah-marah kemudian menagis adalah hal yang tidak memiliki manfaat, karena orang lain tidak dapat mengerti keinginannya hanya dengan melihatnya menangis.

Tidak Meberikan Hukuman Fisik

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-2

Dengan memberikan hukuman fisik kepada anak tanpa sengaja Anda sedang memperlihatkan ke anak cara menyampaikan sesuatu dengan cara yang salah. Kalau begitu apa bedanya Anda dengan anak yang suka marah-marah?

Hindari hukuman fisik, biasakan segala sesuatu dengan bicara. Hanya dengan bicara dan berdiskusi orangtua dan anak bisa saling memahami. Hukuman fisik bisa menyebabkan efek buruk pagi perkembangan psikologi anak. Hal ini menyalahi peraturan peraturan untuk orangtua.