3 Cara Pendampingan Pada Anak Saat Usia Remaja Dalam Memilih Teman

Semakin tumbuh besar anak semakin merasa ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka bisa menjaga dirinya sendiri. Mereka ingin mendapat pengakuan bahwa dirinya sudah dewasa. Mereka memilih teman main, memilih pasangan dan belajar menentukan segalanya sendiri.

Dalam proses peralihan pada anak usia remaja, justru peran orangtua sangatlah penting. Tidak kalah bila dibandingkan mengurus anak balita, mengurus anak remaja juga terasa sulit. Beberapa faktor di atas tadi menjadi alasan bagi anak remaja untuk terus membuktikan dirinya sudah semakin besar. Continue Reading →

Ayo Jadi Teman Curhat Anak Remaja Anda

Tidak terasa setelah kita mengasuh anak-anak dari waktu ke waktu mereka kini sudah semakin besar. Mereka menjadi anak remaja yang pintar bergaul dan memiliki kehidupan sosial di bermacam tempat. Kadang kita sebagai orang tua juga yang membuat mereka sibuk dengan kegiatan kursis, bimbingan belajar (bimbel) atau kelas tambahan lainnya selain sekolah.

Kebanyakan orang tua ingin memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Ini sebabnya anak remaja dituntut untuk cerdas dan pintar. Baik pintar dalam hal akademis maupun pintar dalam bergaul. Sebenarnya ada kebaikan dan keburukan dari hal ini. Continue Reading →

Perhatikan Siklus Haid Anak Perempuan Anda

Saat memasuki usia pubertas anak perempuan akan ditandai oleh masa haid. Mereka mungkin awalnya akan khawatir dan orangtua perlu memberikan penjelasan dini. Bicara mengenai haid dari sudut pandang kesehatan dan perilaku dalam pergaulan sangat penting sebagai bekal pengetahuan anak.

Ibu tentunya tidak ingin merugi bila ada kesalahan dalam cara bergaul anak remaja. Tentunya perlu berhati-hati saat anak remaja memasuki usia haid. Pembekalan pengetahuan tentang haid sangat perlu dan pengawasan siklus haid anak remaja Anda juga menjadi tugas penting bagi orangtua.

Macam-macam haid berdasarkan lama masa haid

1. Haid normal

Lama masa haid normal 7 hari. Sebagian mengalami banyak saat 5 hari pertama dan 2 harinya hanya keluar flek saja. Ini sangat normal.

2 Haid lama dan banyak

Haid umumnya 7 hari, haid yang lama dan banyak biasanya lebih dari 8 hari. Bila lama masa haid lebih dari 12 hari dan selalu demikian ajak anak Anda untuk cek kesehatan. Dikhawatirkan ada yang tidak beres dengan bagian rahimnya. Kemungkinan yang biasa terjadi adalah tumor jinak dibagian rahim.

3. Haid sebentar dan sedikit

Lama masa haid tidak selalu 7 hari, terkadang ada perempuan yang hanya sebentar dan sedikit. Hanya haid dalam 3 hari dan sisanya hanya keluar flek saja. Ini sangat umum dan wajar terlebih bila ada riwayat pernah oprasi myoma.

Perhatikan siklus haid anak untuk menjaga keselamatan anak perempuan dari kesehatan dan pergaulan menyimpang. Kebanyakan orangtua melupakan hal ini. Padahal ini adalah gerbang dari menjaga keutuhan anak perempuan Anda.

Tips Menghadapi Anak Remaja Paska UN

Bagi seorang anak menghadapi Ujian Nasional (UN) adalah hal yang tidak mudah. Setelah belajar sekian tahun akhirnya mereka dihadapkan dengan ujian akhir yang menjadi penentuan kelulusan mereka. Dalam menghadapi UN sudah pasti tenaga dan pikiran anak terkuras habis. Tapi bukan berarti orangtua bisa duduk diam dan bersantai saat UN berakhir.

Kita boleh saja membiarkan anak remaja kita beristirahat paska UN. Tapi orangtua juga jangan lupa, setelah anak lulus SMA ada jenjang yang harus dipersiapkan yaitu kuliah. Sebagai orangtua yang baik, sebaiknya Ayah dan Ibu melakukan diskusi lebih lanjut dengan anak. Jurusan apa yang menarik perhatian mereka dan yang sesuai dengan kemampuan akademis anak.

Berikut beberapa tips menghadapi anak SMA paska UN:

1. Mendengarkan keinginan anak

Kadang orangtua berfikir Penentuan jurusan kuliah bisa diputuskan sendiri. Apa yang disiapkan oleh orangtua dianggap sebagai rancangan baku yang harus diikuti oleh sang anak. Tidak semua anak remaja bisa diperlakukan seperti ini. Mulailah coba mendengarkan apa keinginan anak. Dengan mengetahui minat anak, jadi bisa lebih mudah memberikan pengarahan dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi yang tepat.

Menghadapi-Anak-Remaja-ayah

2. Memberi dukungan penuh

Setelah bertanya-tanya dan berdiskusi dengan anak, orangtua tentunya akan menemukan jawaban mengenai jurusan yang sesuai dengan kemampuan anak. Sekalipun anak tidak ingi melanjutkan untuk berkuliah mungkin kisa bisa mendengarkan alasannya. Selain itu orangtua perlu tenang. Bila alasan anak remaja dianggap tidak masuk akal untuk masa depannya, orangtua bisa memberikan gambaran beberapa tahun kedepan bila anak mengambil keputusan yang kurang tepat. Gambaran akan jadi apa bila seorang anak salah mengambil keputusan.

Bila memang anak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, berikan dukungan. Memberi fasilitas yang tepat seperti bimbel untuk ujian masuk perguruan tinggi, menyiapkan anggaran hingga memberikan pembekalan tentang dunia perkuliahan. Semua perlu dipersiapkan dengan baik. Ini adalah bagian penting dari menghadapi anak remaja Anda paska UN.

3. Memberi kepercayaan kepada anak remaja Anda

Paska UN, anak akan mendaftar di perguruan tinggi yang mereka inginkan. Dengan dukungan yang telah orangtua berikan tentu anak menjadi semakin percaya diri. Orangtua memiliki kekhawatiran tentang masa depan anak remajanya, ini merupakan hal yang wajar. Berikan kepercayaan kepada anak remaja Anda. Biarkan anak remaja Anda merintis kesuksesannya.

Terlalu mengekang atau terlalu cuek hanya akan menyusahkan anak. Menjalani pola pengasuhan good parenting tidak selalu susah, tinggal bagaimana cara Anda menjalaninya.

Bantu Permasalahan Anak Remaja Anda dengan Mendengarkan Mereka

Tidak ada yang ingin anak remajanya tumbuh dengan rasa ketakutan, kebingungan ataupyn depresi setelah menghadapi sebuah permasalahan. Benayak permasalahan anak remaja yang berkaitan dengan lingkungannya dan kehidupan sehari-hari. Anda sebagai orangtua perlu peka dan mengetahui cara tepat untuk membantu anak remaja Anda.

Membimbing Anak Remaja Anda

Sebaik-baiknya perhatian dan pengertian yang bisa kita berikan sebagai orangtua kepada anak adalah dengan mendengarkan seorang anak remaja yang sedang berbicara. Dengarkan anak remaja Anda ketika mereka ingin menyampaikan sesuatu. Ketika kita mendengarkan apa yang mereka pikirkan, inilah waktu terbaik bagi orangtua untuk membimbing anak remajanya.

Ketika Anda membimbing putra atau putri Anda untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul dari dirinya sendiri, Anda tidak perlu langsung