Menyapih dengan Cara Berdiskusi Kepada Anak Untuk Menghindari Trauma di Masa Kecil

Cara menyapih dengan mengajak anak berdiskusi mungkin tidak terlalu umum. Tapi ini jitu untuk ibu yang telat menyapih anaknya.

Batas lama waktu menyusui yang kita ketahui adalah 2 tahun. Ini pun bukan masa ekslusif lagi seperti 6 bulan pertama. Sayangnya, kedekatan ibu dan anak kadang membuat para ibu kesusahan saat menyapih si kecil.

Mendengar suara tangis dan rengekan anak menjadi hal yang memilukan hati. Kadang ini membuat kita gagal dan harus mencoba cara lain untuk bisa menyapih anak.

Menyapih dengan cara berdiskusi kepada anak mungkin bisa jadi pilihan. Pertama-tama Anda mungkin ragu, bagaimana mungkin seorang anak bisa diajak berdiskusi. Kita bicara tentang cara menyapih anak dengan usia di atas 2 tahun. Bagi ibu yang sudah menyusui hinga anak berumur 3 tahun seharusnya cara ini bisa lebih mudah diterapkan.

Bagaimana Cara Menyapih dengan Berdiskusi?

1. Do Not Underestimate

cara menyapih

Kita sering merasa anak kecil tidak akan paham apa yang sedang kita bicarakan. Mereka belum bisa memikirkan hal yang sama. Tapi pada kenyataannya setiap keadaan bisa saja terbayang dalam pemikiran anak karena mereka pernah mendengar tetang hal tersebut. Entah lewat televisi, cerita menjelang waktu tidur atau saat mereka berkegiatan di siang hari.

Kita sebagai orangtua harus menyadari bahwa anak adalah makhluk yang bisa diajak berkomunikasi. Kita hanya perlu membuat analogi dan cerita yang membuat anak lebih mudah untuk mengerti.

2. Persiapkan Mood Anak

membuat anak nyaman

Sebelum kita mulai berdiskusi, siapkan mood anak. Buat dirinya merasa nyaman misalkan dengan membuatnya kenyang, tidak sedang mengantuk dan bebas beraktifitas karena dipakaikan popok yang memberi kenyamanan.

3. Perkenalkan Rasa Malu Kepada Anak

Anak perlu mengenal rasa malu, misal tidak pakai baju kita harus malu. Beri beberapa contoh dan terakhir beri tahu kalau menyusu ASI hanya untuk adek bayi. Jadi mereka tahu kalau tetap menyusu pada ibu bisa membuatnya malu.

4. Doktrin Positif

Kita harus membuat anak merasa yakin bahwa tanpa menyusu ASI dia tetap bisa dekat dengan ibunya. Semuanya tetap sama hanya susunya saja yang berubah.

Berikan doktrin positif saat anak di ambang tidur. Sebelum tidur ada masa dimana anak sudah mengantuk tapi belum sampai tertidur pulas. Usap kepalanya dan ulangi kalimat-kalimat doktrin positif. Katakan bahwa anak yang sudah besar itu akan semakin pintar. Anak yang pintar menyusu menggunakan gelas. Anak yang pintar disukai semua orang. Ibu sangat ingin memiliki anak pintar. Anak pintar itu bernama “sebut namanya”. Lakukan secara berulang kali dan setiap malam dengan suara lembut dan jangan sampai mengganggu tidurnya.

Pasangkan lullaby song bila perlu :)

5. Buat sebuah Kesepakatan

tentu waktu kapan akan berhenti menyusu. Berikan reward jika si kecil berhasil menepati janjinya. Ini secara tidak langsung memperkenalkan anak tentang makna janji. Tentunya step demi step tadi perlu dilakukan dengan baik agar anak mengerti dan tidak ingkat dengan kesepakatan ini.

Misal, saya mengarahkan si kecil untuk berhenti menyusu ASI setelah tiup lilin kue ulang tahun yang ketiga. Saya melihat kesiapannya setiap hari. Perayaan ulang tahun sengaja tidak dilaksanakan tepat waktu. Saya menundanya selama 2 minggu agar si kecil bisa belajar tepat dengan janjinya. Akhirnya setelah perayaan ulang tahun, si kecil tiup lilin sore, malamnya sudah tidak ASI lagi. Terakhir ASI sebelum tidur siang di hari perayaan ulang tahunnya. Begitu pula malam-malam berikutnya, si kecil tidak pernah menyusu ASI lagi.

Dari step yang sudah dituliskan di atas seoga bisa bermanfaat ya. Setiap proses harus dilakukan dengan benar dan sabar, jangan sampai ada step yang terlewati.

Baca Juga :  8 Kiat Sukses Menyapih

Tujuan Cara Menyapin dengan berdiskusi?

Cara menyapih anak dengan berdiskusi ini sebenarnya dilakukan untuk menghindari rasa trauma. Biasanya ada yang anak di titipkan ke neneknya, ada yang menggunakan cabai, atau sesuatu yang pahit agar anak merasa jera setiap kali minta ASI. Tapi ini bisa membuat anak merasa dibuang, dialihkan, merasa tidak diperlakukan dengan adil dsb. Semoga bermanfaat ya Bu.

Baca Juga:

3 Cara Melatih Kemampuan Bayi 0-3 Bulan

Hasil Penelitian Mendidik Anak Tanpa Kekerasan

Sering Mengigau dan Menangis, Ada Apa Dengan Si Kecil?

Makanan Sehat Untuk Orang yang Tinggal di Kota Besar

This post has already been read 1082 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation