Mengartikan Senyum Palsu dan Senyum Tulus Seseorang

Saat melihat kejadian lucu, atau hal emosional yang membahagiakan maka reaksi yang melihat adalah tertawa dan tersenyum. Sayangnya selera humor setiap orang tidak sama. Selera humor terbentuk berdasarkan lingkungan dan kebiasaan orang tersebut.

Kebanyakan orang mengeluarkan reaksi senyum palsu setelah melihat sebuah kejadian yang dianggapnya lucu tapi tidak sesuai harapan. Satu keuntungan bagi orang yang mengerti tentang senyum palsu atau senyum yang sebenarnya dalam bergaul adalah untuk mengetahui apa yang orang lain benar-benar rasakan.

Meski senyum palsu sering terlihat mirip atau sama dengan senyum tulus, mereka sebenarnya sedikit berbeda. Bentuk otot-otot pada wajah terlihat berbeda dan semua dikendalikan oleh otak.

senyum palsu

Senyum palsu dapat dilakukan sesuka hati, karena sinyal otak yang mmbuat rekasi untuk melakukan senyum palsu. Sinyal otak yang datang secara sadar mendorong otot-otot utama zygomaticus di pipi untuk berkontraksi. Ini adalah otot-otot yang menarik sudut mulut ke arah luar.

mengartikan senyum

Senyum tulus dihasilkan oleh otak bawah sadar sehingga terjadi secara otomatis dan begitu saja. Ketika orang merasa senang, tersanjung atau hatinya berbunga-bunga maka sinyal melewati otak dan memproses emosi. Kemudian membuat otot-otot mulut bergerak, otot mengangkat pipi, membuat mata lipatan dan alis sedikit menurun.

Para ilmuwan membedakan antara senyum asli dan palsu dengan menggunakan sistem pengkodean yang disebut Action Facial Coding System ( FACS ), yang dirancang oleh Profesor Paul Ekman dari University of California dan Dr Wallace V. Friesen dari University of Kentucky. Demikian cara untuk mengartikan sebuah senyum palsu dan senyum tulus dari reaksi seseorang.

Baca Juga:

Memberikan Oat Meal Untuk Makanan Bayi

Indonesia Krisis Lagu Anak-anak

Konflik Dengan Mertua Semakin Panas, Harus Bagaimana Ya?

Penanganan Yang Tepat Pada Anak Phobia Gelap

Resiko Jangka Panjang Ibu Melahirkan dengan Caesar

This post has already been read 936 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation