Cara Mengatasi Rasa Takut Berpisah (Separation Anxiety)

Rasa takut bisa dirasakan oleh setiap orang, baik anak-anak maupun kita yang sudah dewasa. Rasa takut yang begitu dalam dan membuat orang tersebut melakukan keanehan bisa disebut phobia.

Salah satu bentuk rasa takut yang sering dirasakan adalah rasa takut berpisah (Separation Anxiety). Bila hal ini terjadi pada anak, cukup sulit untuk menanganinya.

Anak merasa cemas dan menjadi tidak tenang ketika harus berpisah dengan orang terdekatnya. Pada dua tahun pertama ibu merupakan sosok yang paling akrab dengan anak. Kelekatan yang terbangun juga sangat erat dan ada unsur ketergantungan yang tumbuh pada anak terhadap ibunya.

Figur ibu, tak selalu harus berarti ibu kandung, bisa juga ibu pengasuh, ayah, kakek atau nenek, atau siapa saja yang memang dekat dengan anak. Anak dengan sendirinya bisa menilai siapa orang yang memberikan kenyamanan untuknya.

Kelekatan anak dengan sosok ibu biasanya akan berkurang setelah anak mulai banyak berinteraksi dengan lingkungan dan bisa bereksplorasi dengan mainan yang ditemuinya. Pada fase ini kada ibu kelewat melindungi dan semakin overprotektif.

Tanpa sadar ibu mengatur segala hal dan banyak melarang anak, hingga tak bisa mempercayakan anaknya pada orang lain. Anak harus berada dibawah pengawasan ibu secara langsung, justru keadaan ini yang menjadi masalah.

Kelekatan ibu dan anak terus bertahan dan akhirnya menimbulkan kelekatan patologis walau anak sudah semakin besar. Rasa takut berpisah lama-kelamaan akan muncul dalam diri anak. Akibatnya, anak tak mau sekolah, gampang nangis, dan sulit dibujuk saat ditinggal ibunya.

Ada tahap yang sangat parah, ibu tidak diberi kesempatan beranjak ke dapur atau ke kamar mandi pun, anak terus mengikuti dan memanggil. Rutinitas seperti masak, makan bahkan buang air kecil menjadi sangat susah.

Cara mengatasi rasa takut berpisah pada anak

Tuhan menciptakan anak dengan keistimewaan, walau usianya masih sangat kecil tapi anak memiliki kemampuan untuk mendengarkan, kemampuan untuk mengerti ketika diberi penjelasan. Kadang orangtua tidak menyadari hal ini.

Jelaskan pada si kecil, mengapa ibu dan ayahnya harus pergi bekerja. Begitu juga penjelasan tentang waktu meski anak usia ini belum sepenuhnya mengerti secara pasti kapan pagi, siang, sore, dan malam. Beri pengertian mengenai berapa lama masing-masing waktunya kapan siang menggantikan pagi dan kapan malam menggantikan siang. Beri gambaran kepada si kecil berapa lama ayah dan ibunya bekerja dan libur.

Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Bicaralah dengan suara lembut, Semisal, “Nanti, waktu kamu makan sore, Ibu sudah pulang.” Jika tak bisa menepati sesuai waktu yang dijanjikan, beri tahu anak. Sebab, anak akan terus menunggu dan ini justru bisa menambah rasa takut anak. Ia akan terus cemas bertanya-tanya, kenapa sang ibu belum datang.

This post has already been read 1302 times!

One Thought on “Cara Mengatasi Rasa Takut Berpisah (Separation Anxiety)

  1. Pingback: 3 Cara Mengatasi Anak Susah Tidur | A Good Parenting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation