Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis?

Banyak alasan mengapa anak suka marah-marah kemudian menagis. Hal ini lebih sering terjadi pada anak usia balita. Mengapa begitu? Anak balita belum menguasai kosakata dengan banyak. Mereka bisa saja mengalami kesulitan untuk menyampaikan apa yang dirasakannya.

Di saat bersamaan kadang ada faktor eksternal yang menjadi pencetus anak suka marah-marah. Diledek atau di ejek membuat seorang anak merasa dipermainkan. Tanpa sadar orang-orang disekitar suka sekali melakukan hal ini. Berulangkali si anak membuat pernyataan atau terlihat mulai marah, tapi orang-orang disekitar terus meledek dan seolah tidak melihat isyarat kemarahan pada anak. Hal demikian merupakan cerita terbanyak yang sering ditemui.

Anak suka marah-marah karena ia merasa sendiri dan anak mengira tidak ada seorang pun yang mengerti akan keinginannya. Saat anak merasa benar-benar tidak dipahami, biasanya ini menjadi penyebab anak menangis. Luapan kekesalannya diperlihatkan anak dengan menangis.

Apa yang harusnya orangtua lakukan?

Sebelum anak mendapatkan lingkungan luar, seperti sekolah atau lingkungan pendidikan lainnya, orangtua merupakan figure terhebat yang dimiliki oleh seorang anak. Anak beranggapan bahwa orangtua adalah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai.

Jangan Berikan Muka Galak

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-1-muka-galak

Bila anak sedang marah dan tidak bisa menyampaikan amarahnya dengan baik, orangtua hanya perlu bersikap menjadi sosok seperti yang anak-anak bayangkan. Jadilah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai. Lakukan dengan tepat. Lakukan dengan porsi yang pas tidak berlebihan. Jangan memperlihatkan muka galak. Ini hanya membuat anak merasa semakin tidak dimengerti oleh Anda.

Mengerti keinginan anak merupakan tugas yang tidak mudah, tapi dengan melatih anak untuk berbicara ketika ingin menyampaikan sesuatu adalah hal yang wajib dicoba. Orangtua harus membiasakan anaknya berbicara saat memiliki keinginan. Jelaskan kepada anak bahwa marah-marah kemudian menagis adalah hal yang tidak memiliki manfaat, karena orang lain tidak dapat mengerti keinginannya hanya dengan melihatnya menangis.

Tidak Meberikan Hukuman Fisik

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-2

Dengan memberikan hukuman fisik kepada anak tanpa sengaja Anda sedang memperlihatkan ke anak cara menyampaikan sesuatu dengan cara yang salah. Kalau begitu apa bedanya Anda dengan anak yang suka marah-marah?

Hindari hukuman fisik, biasakan segala sesuatu dengan bicara. Hanya dengan bicara dan berdiskusi orangtua dan anak bisa saling memahami. Hukuman fisik bisa menyebabkan efek buruk pagi perkembangan psikologi anak. Hal ini menyalahi peraturan peraturan untuk orangtua.

 

 

10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak (Part 2)

Kembali ke Part 1

6. Memelihara kemandirian anak Anda.

Anda harus tahu kapan harus membantu anak dan kapan anak tidak perlu dibantu. Menetapkan batas membantu anak Anda bermanfaat untuk mengembangkan kemandirian anak. Bila kemandirian anak tidak dibangun sejak kecil ia bisa tumbuh sebagai anak yang tergantung pada orang lain bahkan bisa menjadi anak manja.

Tidak selalu mendapat pertolongan dan bantuan dari orangtua, anak bisa berpikir untuk mengarahkan dirinya sendiri. Kemandirian bagi anak merupakan kunci sukses untuk melanjutkan kehidupannya. Anak-anak menganggap kemerdekaan sebagai salah satu kebutuhan, karena itu adalah bagian dari sifat manusia merasa ingin memegang kendali daripada merasa dikendalikan oleh orang lain.

Berikan kepercayaan untuk anak agar bisa mandiri lebih baik daripada selalu membantu anak hingga anak tidak bebar perkreasi dan berpikir, pada satu titik hal seperti ini bisa membuat anak membangkang dan bertolak belakang dengan keinginan orantua.

7. Konsisten.

Aturan jelas penting dalam sebuah rumah tangga. Jika Anda memiliki peraturan yang terus berubah-ubah setiap hari, tentu anak akan merasa bingung dan menganggap Anda sebagai seorang pembohong. Buat aturan hanya sekali. Hal yang paling penting adalah konsisten. Semakin otoritas Anda didasarkan pada kebijaksanaan dan bukan pada kekuasaan, semakin sedikit anak Anda akan menantang itu.

8. Hindari disiplin keras.

Cara menghukum anak yang klasik sengan meberi hukuman fisik merupakan salah satu cara menghukum yang memiliki efek terburuk. Anak-anak yang dipukul, memukul atau menampar lebih rentan untuk berkelahi dengan anak-anak lain. Mereka lebih cenderung menjadi pengganggu dan lebih mungkin untuk menggunakan agresi untuk memecahkan perselisihan dengan orang lain.

Cara untuk menghindari disiplin keras salah satunya dengan mencontohkan kegiatan positif dalam kehidupan Anda kepada anak-anak. Dengan melihat contoh yang baik anak akan lebih mudah meniru. Semakin besar usia anak maka mereka semakin membutuhkan figure orangtua sebagai contoh nilai-nilai postif dalam kehidupan. Hindari disiplin keras merupakan salah satu usaha Anda untuk melakukan pola pengasuhan yang baik.

9. Jelaskan aturan dan keputusan Anda.

Apa yang Anda pahami sebagai orangtua tentunya ada perbedaan dengan anak Anda yang usianya masih sangat muda. Anak terlahir tanpa sebuah pengalaman. Jangan harap mereka akan memaknai segala macam hal sama seperti Anda.

Jelaskan aturan dan keputisan Anda kepada anak. Kalaupun ada teguran, berikan penjelasan mengapa orangtua menegur kesalahan anak. Umumnya saat anak dibawah 12 tahun orangtua perlu melakukan penjelasan secara mendalam, berbeda dengan anak di atas 12 tahun, mereka memerlukan lebih sedikit penjelasan. Pola mikir anak sudah mulai terbentuk. Orangtua hanya perlu melakukan pendampingan dan pemantauan.

10. Perlakukan anak Anda dengan hormat.

Cara terbaik untuk mendapatkan perlakuan hormat dari anak Anda adalah untuk memperlakukan dia dengan hormat. Anda harus memberikan anak Anda courtesies yang sama Anda akan berikan kepada orang lain. Berbicara dengannya sopan. Menghormati pendapatnya. Perhatikan ketika ia berbicara kepada Anda. Perlakukan dia dengan ramah. Cobalah untuk menyenangkan hatinya ketika Anda bisa melakukannya. Anak-anak memperlakukan orang lain dengan cara orang tua mereka memperlakukan mereka. Hubungan Anda dengan anak Anda adalah dasar bagi hubungan anak dengan orang lain.

Sekalipun anak Anda melakukan kesalahan, hindari memberikan sanksi didepan teman-temannya. Jangan berteriak-teriak sambil mengucapkan kata kasar kepada anak di depan orang asing atau di depan teman-temannya. Bila Anda pernah melakukan ini, segeralah meminta maaf kepada anak Anda. Dipermalukan seperti ini merupakan kesalahan orangtua yang banyak dilakukan dan buruknya ini sangat tertanam dalam ingatan anak hingga ia dewasa.

Tidak ada orangtua yang sempurana, yang ada hanyalah orangtua yang ingin melakukan hal terbaik untuk anaknya. Banyak cara untuk melakukan pola pengasuhan yang baik. 10 peraturan untuk orangtua di atas seharusnya bisa dilakukan untuk kebaikan tumbuhu kembang anak secara fisik ataupun mental.

Orangtua yang baik, kata Steinberg, adalah “orangtua yang menumbuhkan psikologis penyesuaian-unsur seperti kejujuran, empati, kemandirian, kebaikan, kerjasama, kontrol diri dan keceriaan.

“Orangtua yang baik adalah orangtua yang membantu anaknya berhasil di sekolah,” ia melanjutkan. “Ini menghalangi anak dari perilaku anti-sosial, kenakalan, dan penggunaan narkoba dan alkohol. Dan orang tua yang baik adalah orang tua yang membantu melindungi anak-anak terhadap perkembangan kecemasan, depresi, gangguan makan dan jenis lain tekanan psikologis.”

Buku-buku lain Steinberg :

Anda dan Remaja Anda: Panduan Orang Tua untuk Abad 10 sampai 20 (HarperCollins, 1997),

Crossing Jalan: Bagaimana Remaja Anak Anda Pemicu Krisis Pernah (Simon & Schuster, 1994),

Beyond Kelas: Mengapa Sekolah Reformasi Telah Gagal dan Orang Tua Apa yang Perlu Atraksi (Simon & Schuster, 1996).

Kembali ke Part 1

10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak (Part 1)

Apakah Anda terus-menerus mencari info terbaru tentang parenting untuk memastikan apa yang Anda lalukan semuanya sudah tepat? Anda dapat sedikit relaks, menurut psikolog Universitas, Laurence Steinberg, mengatakan bahwa orangtua yang sempurna itu tidak ada.

Kata Steinberg, “Tapi saya belum pernah bertemu orangtua yang sempurna 100 persen”.  Ada 10 rangkaian prinsip-prinsip dasar parenting yang baik. Hal ini bisa menjadi acuan dalam gaya pola pengasuhan anak yang baik. Steinberg percaya ini bisa menjadi format yang sempurna untuk para orangtua yang sibuk setiap harinya.

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dalam setiap masyarakat daripada membesarkan anak-anak, dan tidak ada pengaruh yang lebih penting tentang bagaimana anak-anak mengembangkan daripada orangtua mereka.”

Berikut ini adalah gambaran singkat dari 10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak yang baik:

1. Apa yang Anda lakukan

Katakan pada diri Anda setiap hari. Bagaimana cara Anda memperlakukan dan menanggapi anak. Anda harus tahu apa yang sedang Anda perbuat terhadap anak Anda dan apa manfaatnya. Selalu bertanya pada diri Anda sendiri: Apa efek akan keputusan saya terhadap anak saya?

2. Anda tidak bisa terlalu mencintai.

Sebagai orangtua tentu kita sangat mencintai anak kita. Tapi sebaiknya Anda tidak perlu menunjukan ekspresi bahwa Anda sangat mencintai anak Anda. Tunjukan sikap sebagai orangtua yang hangat hingga anak menyadari bahwa ada kasih sayang dan cinta antara Anda dengan dirinya, ini sudah cukup dibandingkan menunjukkan sikap yang terlalu mencintai hingga berlebihan. Biasanya sikap berlebihan ditunjukkan pada sikap over protect kemudia pemberian materi yang berlebihan, member harapan dan memanjakan anak.

3. Terlibat dalam kehidupan anak Anda.

Anda sibuk mengajar karir Anda? Anda katakana semua untuk kepentingan anak dan keluarga? Sebagai orangtua tidak bole terlupakan, Anda perlu terlibat langsung dalam kehidupan anak Anda.

Susun kembali jadwal kegiatan Anda, letakkan kehidupan anak sebagai prioritas. Kepentingan anak dan keluarga memang harus benar-benar diperhatikan. Jangan mengeluh ketika Anda mengorbankan kepentingan Anda untuk terlibat dalam kehidupan anak Anda. Beri dukungan baik mental maupun fisik merupakan pola pengasuhan anak yang baik bagi tumbuh kembang anak.

4. Peting untuk beradaptasi agar sesuai dengan kebutuhan anak Anda.

Kebutuhan anak mengalami perubahan pada setiap fase kehidupannya. Sebagai orangtua penting bagi Anda untuk bisa beradaptasi agar sesuai antara apa yang Anda usahakan untuk anak dengan apa yang dibutuhkan anak Anda.

Seiring waktu anak semakin besar, semakin banyak kebutuhan, semakin banyak pertanyaan dan semakin bergejolak di dalam kehidupan pribadinya. Ketahui dengan peka apa yang sedang dibutuhkan dengan anak Anda. Bawa ke posisi dimana anak Anda merasa ia di merdekakan oleh orantuanya.

Bila ada argumentasi antara anak dengan orangtua, ini merupakan hal yang wajar. Hadapi pertanyaan-pertanyaan yang ada dengan memberikan arahan yang tepat.

5. Membentuk dan menetapkan aturan.

Jika Anda tidak mengelola perilaku anak Anda dari anak masih kecil, ia akan memiliki kesulitan untuk belajar bagaimana mengelola dirinya sendiri ketika dia sudah lebih tua dan Anda sudah tidak berada disampingya untuk merawatnya.

Setiap saat, siang atau malam, Anda harus selalu mampu menjawab tiga pertanyaan: Dimana anak saya? Dengan siapa anak saya saat ini? Apa yang sedang anak saya lakukan? Penting untuk membentuk aturan dan menetapkan aturan di dalam sebuah rumah tangga.

Beri arahan agar anak mengetahui bahwa menjawab ketiga pertanyaan tersebut merupakan hal yang sangat penting untuknya. Karena ini merupakan hal yang penting, sekalipun tidak ditanya, anak seharusnya memiliki kesadaran untuk mengabarkan kepada orangtuanya setelah anak mulai dewasa.

Melanjutkan ke Part 2

10 Tips Cara Menjadi Orang Tua Yang Baik Untuk Anak

Menikah dan memiliki anak adalah sebuah pilihan yang menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Menjadi orangtua bisa menjadi sukacita, tetapi juga merupakan pekerjaan yang sulit. Tidak ada orangtua yang sempurna. Semua orang bisa membuat kesalahan. Bahkan karena cinta kasih, orang tua terkadang melakukan hal-hal yang mereka tidak inginkan. Maka orangtua sering mengatakan “maaf, ibu tidak bermaksud”, seperti setelah berteriak pada anaknya.

Tapi jika Anda berpikir, Anda mengalami kesulitan mengendalikan diri segera dapatkan bantuan sehingga kekerasan itu tidak dimulai. Parenting adalah pekerjaan paling sulit di bumi karena tidak ada pelatihan sebelumnya atau kualifikasi untuk posisi ini. Sementara semua pekerjaan lain memiliki proses pelatihan atau orientasi. Sebuah pola pengasuhan yang salah atau miskin ilmu akan mengawal anak-anak ke kehidupan yang bermasalah.

Berikut adalah 10 tips cara menjadi orangtua yang baik untuk anak:

1. Pastikan untuk memperingatkan anak-anak Anda saat mereka melakukan kesalahan sebelum mengoreksi.

2. Memastikan untuk memberikan hukuman kepada anak-anak yang mampu dilakukan oleh mereka. Berikan hukuman yang berhubungan dengan apa yang mereka lakukan.

3. Mempertahankan konsistensi dan pemantauan hukuman yang diberikan kepada anak-anak Anda merupakan faktor penting.

4. Hal ini sangat penting, tetap tenang dan mempertahankan nada yang seimbang, suara bahkan pada saat anak Anda melakukan hal yang tidak diinginkan.

5. Ketahui bahwa dalam pikiran anak satu menit terasa seperti satu jam. Jelas ini berbeda dengan orang dewasa.

6. Hal ini sangat penting, untuk menjadi konsisten karena sampai anak berusia 12 tahun, anak masih belum mengerti hal-hal yang di luar dari kebiasaan. Jika Anda tidak konsisten, mereka akan berpikir bahwa Anda adalah seorang pembohong.

7. Tip lain orangtua yang baik adalah menerima perhatian dan pengajaran sebagai disiplin karena membantu anak Anda untuk memiliki perilaku yang baik adalah yang terbaik yang dapat Anda berikan kepada mereka.

8. Jangan mendisiplinkan anak-anak Anda akan hal-hal yang tidak diperlukan.

9. Pengasuhan yang baik membutuhkan pemahaman yang baik antara suami dan istri. Jika Anda tidak setuju dengan hukuman tertentu, Anda jangan mencoba untuk mengambil keputusan sendiri sebelum membicarakan kepada pasangan Anda.

10. Berikan anak kesempatan yang cukup untuk membantu Anda dalam tugas-tugas di mana mereka bisa diajarkan untuk mulai membantu Anda. Mereka akan mulai mendapatkan rasa memiliki dan hubungan keluarga yang baik akan semakin terbangun.

Bagaimana Cara Mengatur Waktu Untuk Berdua Dengan Suami Pasca Melahirkan

Melahirkan seorang anak membuat sebuah keluarga menjadi lengkap. Ada tangisan bayi membuat suasana rumah semakin hangat. Sebagai seorang ibu baru mungkin Anda memerlukan waktu untuk beradaptasi. Baik waktu untuk mengasuh bayi Anda, merawat tubuh pasca melahirkan atau merapikan tugas rumah tangga lainnya.

Saat menjalani hari-hari Anda mungkin merasa seolah waktu tidak cukup untuk melakukan rutinitas yang diperlukan atau bahkan Anda mulai kelelahan. Ini adalah hal yang sangat wajar, karena tenaga Anda terkuras selama berjam-jam.

Keadaan demikian bisa saja membuat seorang ibu yang baru melahirkan mengeluh dan merasa bosan. Terlebih bila tadinya Anda adalah seorang wanita karier. Anda selalu menghabiskan waktu bersama si kecil hingga dalam hati Anda bertanya ‘kapan bisa berduaan dengan pasangan?’.

Coba beberapa cara untuk mengatur waktu berdua dengan pasangan  berikut ini:
1. Cobalah untuk mengkomunikasikan apa yang Anda rasakan kepada pasangan, karena lebih baik ia mengetahui apa yang sedang Anda rasakan.
2. Bila suami Anda bekerja seharian dan kurang waktu tatap muka, lakukan komunikasi melalui telpon atau pesan singkat. Ini bisa membuat Anda lebih nyaman dengan mengetahui aktivitas sang suami.
3. Atur jadwal ‘kencan’ berdua. Titipkan si kecil sementara waktu dengan orang yang bisa Anda percaya seperti orangtua atau mertua.

Bila Anda berada di usia yang masih muda hal ini sangatlah penting. Bukan hanya sang istri, tapi suami sebenarnya juga membutuhkan waktu berdua. Nikmati hidup setelah menikah dan punya bayi tetap harus dijaga. Ini merupakan salah satu cara untuk menjaga psikologi Anda dan pasangan dan baik untuk mental orangtua saat merawat anak.

Anak Susah Mengingat Hal Baru

Tidak semua anak memiliki daya ingat yang kuat. Tapi Ibu bisa melatih agar daya ingat anak semakin terasa. Biasanya anak yang memiliki daya ingat kurang baik disebabkan daya konsentrasinya rendah. Kemampuan daya ingat anak berbeda-beda, karena itu ibu bisa melakukan hal-hal yang dapat mendorong anak untuk bisa berkonsentrasi.

Untuk meningkatkan daya konsentrasi anak, Ibu bisa mengajak anak ke supermarket dan melakukan permainan daya ingat. Ambil salah satu benda, lalu perlihatkan benda kehadapan anak dan minta ia menemukan barang yang sama. Lakukan saat berada di ujung lorong, ajak anak untuk melihat masing-masing item yang dipajang secara satu-persatu. Bila anak melewatkan barang yang dimaksud berhenti atau berputar secara perlahan.

Lebih mudah lagi Ibu bisa melakukannya dirumah bila ibu memiliki lemari slorok atau rak yang biasa dipakai untuk menyimpan pakaian anak. Ibu bisa mencoba dengan mencari pasangan pakaian si kecil. Jangan lupa untuk meletakkan pakaian dibagian paling atas agar mudah terlihat dan pakaian lainnya tidak berantakkan. Ini seharusnya menjadi lebih mudah karena biasanya anak bisa mudah menghafal pakaiannya sendiri.

Terus latih daya konsentrasi anak agar bisa lebih baik dalam mengingat ini dan itu. Banyak hal yang bisa dilakukan dan Ibu bisa terus membiasakan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Wanita Dewasa Tidak Suka Anak Kecil, Bagaimana Bila Memiliki Bayi?

Bayi adalah makhluk Tuhan yang sangat lembut. Tanpa banyak diberi penjelasan seorang bayi bisa merasakan kehangatan dari orangtuanya. Bahkan bayi yang berusia tiga hari bisa mengenali suara ibunya yang biasa memanggil namanya.

Sebagian wanita mengaku mereka dewasa dan mereka tetap tidak menyukai bayi atau anak kecil. Sikap antipati dan dingin terhadap anak kecil inilah yang menjadikan Anda susah untuk menyukai anak kecil atau bayi.

Tapi seiring berjalan waktu, pada saat Anda mengalami fase kehamilan maka semuanya akan berubah. Ibu hamil mulai menyadari bahwa bayinya berada didalam tubuhnya dan benar-benar menyatu selama berbulan-bulan. Suka duka yang dialami pada masa kehamilan dirasakan dan diperjuangkan bersama si bayi.

Pola hidup yang baru ini nantinya akan merubah sudut pandang Anda terhadap anak kecil. Cukup tenang dalam menjalani keseharian Anda, nantinya akan terbiasa dan menikmati.

Mengapa beberapa ibu tidak langsung dekat dengan bayinya? Hal ini bukan dikarenakan Ibu tidak menyukai anak kecil atau bayi. Banyak penyebab mengapa Anda tidak langsung merasakan sesuatu kepada bayi, salah satunya adalah karena ibu yang baru saja melahirkan kelelahan secara fisik. Proses persalinan juga mempengaruhi perasaan sang Ibu.

Setelah mencoba menyusui semua akan kembali normal. Setelah ibu berhasil memberikan ASI pertamanya kepada si bayi maka terasa sempurnalah fungsi dari seorang wanita dewasa. Berikan ASI sambil menatap wajah bayi Anda sehingga ibu bisa semakin menikmati menjadi seorang ibu.

Anak Tantrum

Pengertian tantrum menurut bahasa adalah luapan kemarahan atau kekesalan, dan ini dapat terjadi pada setiap orang. Namun, bahasan tantrum kini manjadi spesifik. Biasanya orang membahas tantrum sebagai luapan emosi atau kekesalan yang dilakukan anak kecil.

Tingkah laku ini biasanya memuncak pada anak berusia 18 bulan hingga 3 tahun. Sebagian anak malah bisa mengalami tantrum hingga usia 6 tahun. Setiap anak kecil yang suka mengalami tantrum bisa berbeda-beda luapan emosinya.

Tantrum bukanlah hal yang harus ditakuti. Ibu hanya perlu memahami dan mengerti keadaan anak. Kadang memang sulit mengetahui apa yang anak maksud, karena sebagian anak memiliki kesulitan untuk memilih cara dalam menyampaikan apa yang sebenarnya mereka inginkan.

Biasanya tantrum memiliki pencetus. Nah, pencetusnya tidak selalu dari dalam diri si kecil, bisa saja dari si kakak atau malah dari orang dewasa yang ada di sekitar si kecil. Satu hal yang sering terlupakan adalah anak tidak mengalami tantrum saat sendirian. Kalaupun ada, ini sangat jarang.

Pada usia 18 bulan, anak masih memiliki sifat individualistis yang besar. Ketika ibu sangkal keinginannya akan ada perlawanan dari anak. Anak akan menunjukkan bermacam tingkah laku bahkan bisa terlihat arogan dan keras kepala. Anak seperti ini memiliki sikap pembangkang, para psikolog menyebutnya dengan tingkah laku oposisi.

Tantrum merupakan cara yang normal untuk mengeluarkan seluruh perasaan anak. Beberapa hal yang bisa anak lakukan,

  1. Penolakan atas kontrol atau aturan dalam bentuk apapun.
  2. Keinginan untuk mandiri, menunjukkan sikap membangkang menjadi lebih intens.
  3. Berganti-ganti antara kemandirian atau bertingkah manja.
  4. Ingin mengatur sang Ibu dan ingin di atur oleh sang Ibu seperti pakai baju ini, duduk disana, atau jangan dipegang.

Jika Ibu bisa mengikuti dan memberi pengarahan tentang bersikap kepada anak, tantrum akan berhenti pada saat anak berusia 3 tahun. Ibu cukup belajar mengetahui situasi ketika menghadapi anak tantrum. Pengarahan yang tepat dan pola pengasuhan positif  akan membuat anak mengerti mana yang baik dan tidak baik.

Manfaat Dari Biasakan Makan Dengan Posisi Duduk

Memang hal yang wajar bila si kecil memiliki segudang aktivitas. Terkadang sebagai orang tua kita kebingungan mengapa anak kita sangat aktif. Walau demikian saat waktunya makan tiba, anak harus di biasakan makan dengan posisi duduk.

Makan dengan posisi duduk memiliki beberapa manfaat bagi anak itu sendiri, seperti:

  1. Melatih disiplin, membiasakan anak makan dengan posisi duduk mengajarkan anak untuk mengatur kegiatan dan menstimul anak mengetahui cara bersikan yang baik pada saat makan.
  2. Melatih kesabaran anak. Selain di waktu makan, anak bisa saja terus bergerak mengikuti seluruh keinginannya untuk terus beraktivitas seperti yang diinginkannya. Membiasakan makan dengan posisi duduk akan melatih kesabaran anak. Anak diberi pengertian untuk menghabiskan makanannya dulu baru kemudian diizinkan kembali bermain atau melanjutkan aktivitas lainnya.
  3. Melatih kerapihan. Anak Ibu memiliki kebiasaan buruk seperti berantakan saat makan? Coba biasakan makan dengan posisi duduk. Sebaiknya orang tua juga meluangkan waktu untuk makan bersama, jadi anak bisa melihat contoh baik dari kedua orang tuanya. Berikan contoh baik sambil langsung melakukan aktivitas akan membuat anak memiliki penilaian tentang figure yang baik.

Ajarkan anak etika saat makan dan etika meletakkan alat makan yang benar.

 

Pilih Susu Formula yang Cocok Untuk Bayi

Bila produksi ASI Ibu kurang dari jumlah yang bayi butuhkan tentunya ibu mencoba memberi asupan lain. Terkadang Ibu sudah berusaha dengan mengkonsumsi kacang-kacangan, sayur-mayur atau susu untuk Ibu menyusui tapi ada faktor genetik yang bisa saja menyebabkan jumlah ASI tidak banyak.

Tambahan susu formula bisa menjadi salah satu solusi. Bayi Ibu mungkin memberikan tanda yang mana yang lebih disukainya. Botol plastik berwarna bening memperlihatkan susu yang berwarna terang. ini juga kadang bisa menarik perhatian bagi si kecil.

Dalam memilih susu formula, pertama kali yang ibu perlu cek adalah dua hal berikut,
1. Kandungan Susu
DHA, lemak dan omega adalah zat yang penting. Ini mempengaruhi kekuatan fisik anak dan kecerdasan otak anak.
2. Kadar manis dari susu
Tak kalah penting rasa manis juga sebaiknya dicek, dan tidak perlu memberi rasa manis yang berlebih karena bisa menyebabkan anak kegemukan dan anak terbiasa dengan rasa manis yang terlalu kuat. Dikawatirkan, semakin besar, tingkat rasa manis yang diperlukan akan semakin besar. Konsumsi gula berlebih bisa membuat anak diabetes dan over weight.

Bila sudah membeli, pertama kali sebaiknya tidak perlu membeli susu dengan ukuran besar karena Ibu perlu mengetahui, apakah susu formula tersebut cocok untuk tubuh si kecil.

Perhatikan apakan bayi Ibu alergi dengan susu formula yang telah diberikan. Beberapa hal tanda bahwa anak alergi dengan susu formula antara lain:
1. Timbul bercak merah di permukaan kulit anak.
2. Anak muntah-muntah setiap beberapa waktu sekali.
3. Anak diare.

Bila ada tanda seperti diatas, sebaiknya Ibu stop pemberian susu formula tersebut. Coba dengan susu lain, bila alergi terus terulang segera periksakan bayi ke dokter anak. Konsultasikan susu formula yang cocok untuk anak.