Waspadai 5 Makanan Pemicu Alergi Untuk Anak

Semua makanan baik yang berasal dari hewani atau nabati memiliki kandungan gizinya sendiri-sendiri. Kenali tubuh anak dengan cara mengetahui makanan apa saja yang aman atau memiliki dampak buruk untuk kesehatannya.

Sangat wajar bila sebagai orang tua, Ibu memberikan bermacam-macam sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan gizi seorang anak. Semakin banyak kandungan gizi yang masuk akan bagus bagi perkembangan anak.

Namun, Ibu perlu waspadai 5 makanan pemicu alergi untuk anak.

1. Kacang tanah dan jenis kacang-kacangan lainnya.

alergi-kacang-image

Alergi terhadap satu jenis kacang cukup berdampak serius. Alergi kacang bisa menyebabkan syok anafilatik pada sebagian kasus. Syok anafilatik adalah reaksi yang parah dan mengerikan. Tenggorokan penderita syok anafilatik bisa mengalami pembengkakan sehingga sulit bernapas.

Saran: Bila bayi alergi kacang, hindari masakan berbahan kacang tanah, selai kacang dan minyak kacang yang tidak di olah.

2. Telur.

alergi-telur-image

Bayi yang berusia 6-12 bulan yang alergi telur menunjukkan tanda ruam pada kulit setelah memakan telur atau makanan olahan berbahan telur. Ruam terlihat seperti eksim. Kulit bayi membengkak dan perut membengkak pada sebagian kasus. Selain bisa terlihat dikulit, bayi juga bisa muntah-muntah.

Saran: Bila bayi alergi telur hindari memberikan makan dengan lauk telur dan segala macam bentuk olahan. Terutama bagian putih telur yang memiliki kandungan lemak yang kaya dibandingkan kandungan proteinnya. Hindari juga memberikan kue dan roti yang berbahan telur.

3. Tomat.

alergi-tomat-image

Reaksi alergi tomat juga mirip dengan alergi telur. Kulit bayi ruam seperti eksim.

Saran: Bila bayi alergi tomat, hindari memberi masakan berbahan tomat baik mentah atau olahan, saus tomat, saus pizza, saus pasta ataupun tomat kalengan. Jika ada bagian keluarga memiliki riwayat alergi tomat, tunda memberikan tomat pada bayi Anda hingga usia 9 bulan.

4. Makanan produk susu.

alergi-susu-image

Sebagian anak tidak memiliki laktase yang cukup, enzim ini dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna gula pada susu dan untuk mencegah sakit perut dan diare. Alergi susu pada bayi bisa menyebabkan bayi selalu diare setiap selesai diberikan susu. Bisa juga ada ruam ringan di kulit.

Saran: Jika bayi alergi susu, konsultasikan kepada dokter anak. Hindari memberikan produk susu dalam bentuk apapun seperti susu sapi bubuk, yogurt, kue berbahan susu, keju, atau roti dengan isi susu.

Bila bayi Anda minum susu tambahan selain ASI, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak mengenai susu yang cocok. Biasanya dokter akan cek kotoran bayi Anda dengan cara kultur bakteri. Minta diagnosa yang tepat agar Ibu mengetahui apakah benar bayi Anda memiliki alergi susu.

5. Buah-buahan sitrus dan stroberi.

alergi-stroberi-image

Reaksi alergi terhadap sitru dan stroberi adalah ruam pada kulit seperti eksim.

Saran: Hindari jeruk segar yang berasa masam atau kecut, yogurt buah, labu, dan permen jeruk. Sebagai gantinya Ibu bisa memberikan buah pepaya, pisang, alpukat, jus apel yang lebih aman.

Makanan pemicu alergi sebenarnya masih ada lagi selain yang di atas seperti ikan, wijen, dan kerang. Ibu bisa coba memberikan ikan kepada bayi setelah 9 bulan. Memperkenalkan rasa dan sebenarnya kandungan ikan segar baik untuk kesehatan. Tapi tetap harus diperhatikan reaksi setelah makan. Untuk wijen dan kerang sebaiknya baru diberi setelah bayi berusia 12 bulan.

This post has already been read 676 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation