Solusi Mengatasi Anak Suka Marah

Sehari-hari orangtua selalu beriteraksi dengan anak. Tapi apakah orangtua sudah cukup baik dalam mengenali anaknya? Memiliki anak suka marah bisa menjadi masalah untuk sebuah hubungan ibu dengan anaknya. Seperti dikutip dari The Baby Book karangan William dan Martha Sears, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah.

Berikut ini bebrapa cara untuk meredamnya. Ketahui tips parenting berikut sebagai solusi mengatasi anak suka marah:

1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah

Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, apakah dia sedang merasa lapar, bosan,  suasana lingkungan yang tidak mendukung, menginginkan sesuatu atau benda tetapi tidak terpenuhi, atau bisa juga karena sebab lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.

2. Memberikan contoh sikap tenang padanya

ketika anak marah, volume bicaranya akan meninggi dan memancing orangtua untuk membalasnya lebih tinggi. Hindari keadaan ini. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya.

Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar. Secara tidak langsung perilaku “pemarah” akan terbentuk pada pribadi anak tersebut. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi orangtua jangan suka memarahi anak saat di depan orang lain. Apalagi pada kesalahan-kesalahn kecil yang diperbuat oleh anak-anak.

3. Ketahui siapa yang sedang marah

Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali. Jika anak anda sedang mengambeg, maka sebaiknya anda berkepala dingin, sabar dan menghadapi anak anda dengan lembut. Menasihati anak dengan nada keras tidak akan bermanfaat, malah akan menyakiti hatinya, apalagi pada saat anak/balita anda menangis, nasihat yang anda lontarkan tidak akan didengarnya. Sebaiknya menasihati menunggu waktu yang tepat, saat hati dan pikirannya tenang.

4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum

Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk menggendong dan membawanya ke tempat yang lebih sepi. Membuatnya tenang, ketika si anak tenang, maka akan mudah kata-kata nasihat anda diserap dan dimengerti olehnya.

Sebaiknya tidak memberikan seluruh nasihat saat anak melakukan kesalahan di depan umum. Ini hanya akan mengintimidasi anak. Waktu terbaik untuk memberikan nasihat kepada anak adalah disaat jiwanya tenang, dan pada keadaan tetamood seperti menjelang tidur dan bangun tidur.

5. Memeluk dan merangkulnya erat

Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah. Rasa nyaman yang timbul akan membuatnya lebih tenang dan melunak hatinya. Diharapkan Orangtua harus lebih memahami dan berperilaku lembut pada saat anak berperilaku keras. Dengan begitu, anak pun akan lebih mudah diatasi. Dengan memeluk anak, akan membuatnya merasa dimengerti dan dipahami.

6. Menahan diri adalah terapi yang baik

Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah. Menasihati anak pada saat dia sedang dalam kondisi tenang, akan lebih diserap dan diterima oleh otaknya, sehingga anak akan menurut/mengerti apa yang disampaikan orangtuanya.  Seperti halnya, saat menyelesaikan suatu masalah, ketika menyelesaikannya dengan kepala dingin, tenang, dan menggunakan pikiran jernih, maka masalah akan dapat lebih mudah terlesaikan dengan solusi yang tepat.

This post has already been read 907 times!

2 Thoughts on “Solusi Mengatasi Anak Suka Marah

  1. Pingback: Mengapa Anak Suka Marah?

  2. Pingback: 4 Jurus Andalan Menghadapi Anak Pemarah | Citacitabunda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation