Mendampingi Anak Perempuan Saat Masuk Pubertas

Orangtua merawat anak dengan penuh kasih sejak masih dalam kandungan ketika sang ibu hamil. Orangtua terus merawat dan menjaga buah hati hingga anak mulai masuk usia bersekolah dan tumbuh semakin besar.

Orangtua Tidak Menydari Perubahan Pada Anak

Kadang orangtua tidak menyadari anak terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Orangtua sering terjebak dengan berpikir, “anakku masih anak-anak”. Padahal kini anak kita bukanlan anak balita lagi tapi sudah masuk dalam usia remaja.

Mulai dari masa kanak–kanak hingga masa remaja, anak masih sering bergantung pada orangtua. Tapi pada masa pubertas, ketergantungan ini perlahan akan berkurang. Masa pubertas yang merupakan masa transisi dari anak–anak menuju ke dewasa pasti dialami oleh semua anak.

Usia Anak Memasuki Masa Pubertas

Pada masa peralihan anak akan mengalami beberapa perubahan baik dari fisik, psikis serta pematangan pada fungsi seksualnya. Ini merupakan hal yang biasa. Pada anak laki-laki biasanya terjadi pada usia 8-9 tahun. Akan terlihat jakun, tumbuh bulu diwajah seperti berkumis dan jenggot.

Pada anak perempuan biasanya pada usia 10 tahun akan tumbuh payudara dan diikuti dengan mulainya masa menstruasi. Umumnya anak perempuan mulai menstruasi pada usia 11-12 tahun. Perhatikan siklus haid anak perempuan Anda.

Banyaknya perubahan yang terjadi tentu akan membuat anak terkejut. Khususnya pada anak perempuan, bisa jadi mereka merasa tidak nyaman dengan perubahan tersebut. Pada masa inilah, para orangtua harus bisa membimbing anak mereka untuk bisa melewati masa pubertas ini dengan baik dan benar. Namun sangat disayangkan, beberapa orangtua kurang senang membicarakan masalah pubertas ini dengan sang anak.

Hal ini merupakan sikap yang kurang tepat. Menurut para pakar, membicarakan apa itu pubertas dengan anak adalah hal yang sangat penting. Akan lebih baik lagi jika orangtua membicarakan tentang ini sebelum anak mengalami pubertas.

Pentingnya Mendampingi Anak Perempuan Saat Masuk Pubertas

AA032300

Seperti dipaparkan Portal Kesehatan, Menurut Dr Akua Afriyie-Gray yang merupakan dokter kandungan dari Loyola University Health System di Maywood III, “hampir semua anak perempuan yang memasuki masa transisi ini tanpa dibekali pendidikan yang memadai tentang pubertas”.

Orangtua perlu bersikap aktif saat mendampingi anak perempuannya masuk ke masa pubertas. Baik penjelasan tentang perubahan ciri fisik dan perubahan lainnya hingga membahas pubertas secara gamblang agar anak merasa lebih siap akan perubahan yang terjadi nanti.

Anak perempuan Anda tentu akan bingung menggunakan pembalut untuk pertama kali. Bisa jadi mereka akan punya keluhan akan rasa sakit saat menstruasi. Pada masa-masa seperti ini penting sekali bagi orangtua untuk mendampingi anak perempuannya.

Diskusikan segala hal yang berkaitan dengan pubertas. Jadilah teman curhat bagi anak remaja Anda. Bila keluhan dilontarkan oleh anak perempuan Anda, sebaiknya tenangkan dia. Tidak perlu memarahi, orangtua hanya perlu memberi gambaran bahwa rasa nyeri adalah wajar dan bisa dikurangi dengan beberapa cara. Berikan saran yang bisa menengkan anak perempuan Anda, dengan begitu kedekatan bisa terjaga antara orangtua dan anak.

This post has already been read 744 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation