Mencegah Gizi Buruk Pada Balita

Sebagai orang tua tentunya tidak ingin terkena musibah gizi buruk pada balita buah hatinya. Di tengah perkembangan zaman modern ini, tak dipungkiri masih banyak kasus gizi buruk yang terjadi. Khususnya di negara kita sendiri Indonesia masih banyak kasus kematian balita akibat dari gizi buruk itu.

Jika buah hati sudah terkena gizi buruk, pertumbuhannya pastinya akan terganggu. Tidak hanya akan membuatnya menderita di saat kecil, sampai mereka dewasa akan ada kelainan yang terjadi karena faktor gizi buruk itu. Maka dari itu kondisi buah hati harus diperhatikan dengan baik-baik agar kasus gizi buruk tidak menimpa.

Mencegah Gizi Buruk Pada Balita

Melihat berita mengenai masih banyaknya kasus gizi buruk pada balita sudah pasti akan menimbulkan keharuan. Buah hati yang tidak berdosa harus menanggung penderitaan yang begitu besar. Senyum ceria yang diharapkan menghiasi biduk rumah tangga tidak tercipta dan berganti dengan rintihan kesakitan yang menyesakkan dada bagi siapa saja yang mendengarnya.

Masih banyaknya kasus balita bergizi buruk disebabkan oleh orang tua khususnya sang ibu. Ketidak pedulian beberapa orang dengan kondisi tubuh sang buah hati menjadi penyebab utamanya. Faktor kesejahteraan ekonomi menjadi kendalan besar kenapa hal itu masih terjadi.

Karena bukan dari faktor bawaan lahir, gizi buruk pada balita bisa saja dicegah dengan berbagai cara. Ibu juga harus mengerti langkah apa yang baik untuk balita di rumah, yuk ikuti cara berikut:

Mencegah Gizi Buruk Pada Balita

Pertama, dengan memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif minimal dari usia 0 sampai 6 bulan tanpa dicampur dengan susu formula sedikitpun. Lebih baik lagi jika diberikan ASI sampai mereka berusia 2 tahun, akan lebih memberikan jaminan lagi.

Kedua, berikan makanan anak dengan berbagai varian ketika masa memberikan makan sudah mulai. Sayur, buah, daging, ikan laut dan susu tidak boleh dilupakan agar kebutuhan gizi anak tercukupi.

Ketiga, rajinlah datang ke posyandu agar mengetahui perkembangan sang buah hati. Tinggi badan dan berat badan bisa dipantau setiap kali diperiksakan ke sana. Dari data perkembangan itu bisa dideteksi lebih awal apakah buah hati kita mengalami pertumbuhan sempurna atau ada masalah. Itulah 3 langlah yang bisa dilakukan untuk mencegah gizi buruk pada balita.

This post has already been read 629 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation