Mari Kenali Ciri-Ciri Kehamilan Pada Trimester Kedua

Kehamilan pada fase trimester kedua diyakini para wanita sebagai hal yang menyenangkan. Ciri-ciri kehamilan pada trimester kedua ini pada sekitar bulan ke – 4 hingga ke – 6 (minggu ke – 13 hingga minggu ke – 28). Dirasa menyenangkan sebab bayi di dalam rahim sudah mulai bisa tenang, janin sudah mulai membentuk kaki dan pergelangan kaki dan terkadang menendang-nendang, tendangan-tendangan kecil inilah yang membuat Ibu merasa bahagia dan benar-benar menjadi seorang ibu.

Pada fase ini pula semua yang dirasakan ibu hamil pada fase pertama berkurang. Ibu sudah jarang merasakan efek mual, emosinya jauh lebih stabil, dan gairah untuk bercinta sudah mulai terasa kembali.

Meskipun ciri-ciri kehamilan pada fase ini merupakan ciri-ciri yang menunjukkan arah positif dan disebut-sebut sebagai fase yang menyenangkan, tetapi Ibu perlu tetap waspada dan menjaga kesehatan diri serta bayinya. Pada fase ini pula, tepatnya pada minggu ke – 14, orangtua sudah bisa mengetahui jenis kelamin bayinya, karena pada minggu ke – 14 alat kelamin sudah bisa dideteksi melalui USG.

Mari Kenali Ciri-Ciri Kehamilan Pada Trimester Kedua

Pada minggu ini pula detak jantung bayi mulai berdetak cepat, 2x lebih cepat dari detak jantung sang Ibu. Pada minggu ke – 16, bayi sudah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Pada minggu ini pula bayi mulai sensitif terhadap cahaya atau sinar terang. Pada minggu ke – 18, bayi sudah mulai bisa mendengar suara dari luar tubuh ibu, bayi akan mulai terkejut dan bergerak-gerak ketika mendengar kebisingan atau suara yang keras.

Hingga pada minggu ke – 28, bayi menyelesaikan perkembangan fisiknya, bayi mulai benar-benar tumbuh dan mengisi ruang kosong dalam rahim ibunya, kondisi sang ibu pada minggu ini mengalami kenaikan berat badan sekitar 5 kg, terkadang terjadi pembengkakan di kaki dan di tangan. Naluri keibuan sudah mulai muncul pada minggu ini.

Dukungan suami tentunya sangat diperlukan ketika mengenali ciri-ciri kehamilan pada fase ini. Suami cukup terus menunjukkan bahwa ia selalu mengerti dan memahami perubahan emosi dan perasaan lebih peka sang istri, selalu mendampingi istri ketika mengunjungi dokter kandungan untuk memeriksa kandungan dan dampingi pula jika istri sering melakukan senam hamil, terakhir suami juga bisa mengajak kembali istri untuk menikmati hubungan seks.

Ciri-ciri kehamilan pada fase ini memang tidak terlalu buruk dibandingkan dengan ciri-ciri sebelum atau sesudahnya. Pada fase ini istri akan terlihat lebih tenang dan suami dituntut untuk terus memberikan dukungan dan pengertian kepada sang istri. Terkadang, istri tidak memerlukan banyak hal untuk dilakukan suami ketika istri sedang mengalami kehamilan, istri hanya butuh dimengerti dan butuh suaminya selalu ada di sampingnya.

This post has already been read 630 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation