Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis?

Banyak alasan mengapa anak suka marah-marah kemudian menagis. Hal ini lebih sering terjadi pada anak usia balita. Mengapa begitu? Anak balita belum menguasai kosakata dengan banyak. Mereka bisa saja mengalami kesulitan untuk menyampaikan apa yang dirasakannya.

Di saat bersamaan kadang ada faktor eksternal yang menjadi pencetus anak suka marah-marah. Diledek atau di ejek membuat seorang anak merasa dipermainkan. Tanpa sadar orang-orang disekitar suka sekali melakukan hal ini. Berulangkali si anak membuat pernyataan atau terlihat mulai marah, tapi orang-orang disekitar terus meledek dan seolah tidak melihat isyarat kemarahan pada anak. Hal demikian merupakan cerita terbanyak yang sering ditemui.

Anak suka marah-marah karena ia merasa sendiri dan anak mengira tidak ada seorang pun yang mengerti akan keinginannya. Saat anak merasa benar-benar tidak dipahami, biasanya ini menjadi penyebab anak menangis. Luapan kekesalannya diperlihatkan anak dengan menangis.

Apa yang harusnya orangtua lakukan?

Sebelum anak mendapatkan lingkungan luar, seperti sekolah atau lingkungan pendidikan lainnya, orangtua merupakan figure terhebat yang dimiliki oleh seorang anak. Anak beranggapan bahwa orangtua adalah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai.

Jangan Berikan Muka Galak

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-1-muka-galak

Bila anak sedang marah dan tidak bisa menyampaikan amarahnya dengan baik, orangtua hanya perlu bersikap menjadi sosok seperti yang anak-anak bayangkan. Jadilah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai. Lakukan dengan tepat. Lakukan dengan porsi yang pas tidak berlebihan. Jangan memperlihatkan muka galak. Ini hanya membuat anak merasa semakin tidak dimengerti oleh Anda.

Mengerti keinginan anak merupakan tugas yang tidak mudah, tapi dengan melatih anak untuk berbicara ketika ingin menyampaikan sesuatu adalah hal yang wajib dicoba. Orangtua harus membiasakan anaknya berbicara saat memiliki keinginan. Jelaskan kepada anak bahwa marah-marah kemudian menagis adalah hal yang tidak memiliki manfaat, karena orang lain tidak dapat mengerti keinginannya hanya dengan melihatnya menangis.

Tidak Meberikan Hukuman Fisik

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-2

Dengan memberikan hukuman fisik kepada anak tanpa sengaja Anda sedang memperlihatkan ke anak cara menyampaikan sesuatu dengan cara yang salah. Kalau begitu apa bedanya Anda dengan anak yang suka marah-marah?

Hindari hukuman fisik, biasakan segala sesuatu dengan bicara. Hanya dengan bicara dan berdiskusi orangtua dan anak bisa saling memahami. Hukuman fisik bisa menyebabkan efek buruk pagi perkembangan psikologi anak. Hal ini menyalahi peraturan peraturan untuk orangtua.

 

 

This post has already been read 2755 times!

One Thought on “Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis?

  1. Pingback: Bagaimana Mengatasi Anak Rewel? | Citacitabunda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation