Jadi Pendengar yang Baik untuk Si Buah Hati

Tugas seorang wanita di detik ia menjadi seorang ibu tidak hanya terbatas pada menyediakan gizi dan perlindungan. Seorang ibu juga harus bisa menjadi teladan yang baik bagi buah hatinya dan mampu menjadi pendengar yang baik ketika si kecil menyuarakan apa yang ada di benaknya. Seorang ibu harus mampu memberikan perhatian yang maksimal kepada si kecil karena hal ini dapat memperngaruhi tumbuh kembang di kecil. 

  1. Mengeluarkan Ekspresi

Biarkan si kecil berceloteh sesukanya. Selain melatih kemampuan lisannya, hal ini bisa memancing ekspresi darinya. Dengarkan dan sesekali tanggapi. Jangan tertawakan atau suruh si kecil diam. Hal ini akan membuatnya kehilangan kepercayaan diri, pendiam atau menjadi memberontak dan tak akan mendengarkan kata-kata anda di kedepannya.

Jadi Pendengar yang Baik untuk Si Buah Hati

Baca Juga:Manfaat Susu untuk Kesehatan Anak

  1. Mengajarkan Menghargai Orang Lain

Ketika si kecil mengajak anda mengobrol maka adalah kewajiban anda untuk menjadi pendengar yang baik. Jangan bosan untuk merespon si kecil . Jangan abaikan si kecil ataupun menertawakannya. Hal ini mengajarkannya untuk lebih menghormati orang lain dan lawan bicaranya di kemudian hari. Ingat, anak-anak adalah karbon kopi orangtuanya. Apa yang anda lakukan akan ditiru. Jika anda mengabaikan atau menertawakan mereka saat mereka berceloteh dengan anda, maka bisa jadi mereka akan melakukan hal yang sama pada lawan bicara mereka.

  1. Merasa Diperhatikan

Anda tentu ingin menjadi ibu yang seutuhnya bagi si kecil. Tunjukkanlah melalui sosok pendengar yang baik untuk si kecil. Si kecil akan merasa anda memberikan perhatian penuh kepadanya. Terlebih setiap kali si kecil ingin mengobrol bersama anda, maka si kecil akan merasa nyaman. Dan ketika si kecil merasa nyaman, maka potensi dirinya untuk menjadi pribadi yang sehat akan lebih besar.

Menjadi pendengar yang baik bagi si kecil memiliki manfaat jangka panjang baik untuk si kecil ataupun anda. Mulailah dari sekarang.

Jadi Pendengar yang Baik untuk Si Buah Hati

This post has already been read 313 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation