Cara Mendidik Anak Yang Tepat Bukan Dengan Kekerasan

Cara Mendidik Anak Yang Tepat Bukan Dengan KekerasanSemakin hari kita sebagai orangtua merawat dan mendampingi anak. Melihat tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya tentu menjadi kesenangan tersendiri. Walau sudah berupaya melakukan yang terbaik untuk anak, saya sering bertanya dalam hati, apakah cara mendidik anak yang terapkan kepada anak-anak dirumah sudah benar? Kadang saya melihat orang lain mendidik anak diikuti dengan melakukan kekerasan. Apakah ini benar?

Sebagai orangtua pasti kita memiliki keinginan anak menjadi seorang yang baik, maka itu kita menerapkan kedisiplinan dan tanggung jawab kepada anak sedini mungkin. Namun, untuk mewujudkan harapan tersebut masih banyak orangtua yang menggunakan kekerasan dalam mendidik anak. Sepanjang Januari hingga Oktober 2013 terdapat 2.792 kasus pelanggaran hak anak menurut catatan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Dari jumlah itu, 1.424 adalah kasus kekerasan.

Untuk mendidik anak usia remaja, Kak Seto menganjurkan orangtua menjadi sahabat bagi anak. Sesekali adakan forum untuk bicara dengan mengumpulkan seluruh anggota keluarga. Temukan bersama apa yang salah dari Ayah, atau mungkin apa yang kurang tepat dari cara mengasuh Ibu. Berusahalan menjadi pendengar yang baik, karena apa yang kita upayakan selama ini adalah untuk mendapatkan hasil dari apa yang kita harapkan dan upayakan. Bukan lain adalah ingin memiliki anak baik yang bisa berguna untuk masa depan. “Jangan selalu berharap anak menjadi penurut, tapi berpikiran terbuka, dan menanggapinya tanpa harus dengan kekerasan,” ucap Kak Seto.

Cara Mendidik Anak Yang Tepat

Konsisten

Anak adalah peniru yang hebat. Orangtua merupakan objek utama untuk ditiru. Selalu konsisten dengan aturan yang telah Anda sebutkan di rumah. Mencontohkan lebih baik dari sekedar memerintah dan mengatur Anak. Anak akan berpikir bahwa aturan yang orantua buat memang yang terbaik bila Anda juga konsisten menerapkannya.

Kompromi

kompromi dengan anak

Semakin anak besar, masuk usia remaja, kemudian dewasa, maka anak memiliki perasaan, dan keinginan sesuai jalan pikirannya sendiri. Dengarkan isi hati anak sambil kita belajar melakukan tenggang rasa dan keluarga.

Jelas dan tegas

Nyatakan dengan jelas dan tegas bilang orangtua merasa berkeberatan dengan perilaku anak.  Misal, tidak suka anak remaja pulang terlalu malam. Buat peraturan rumah tangga Anda. Berikan pemahaman dengan jelas dan nyatakan dengan tegas. Katakan: “Paling lambat pulang jam 9, besok tidak diulangi pulang lebih dari jam 9 malam”, lalu jelaskan alasannya. Tapi, jangan mengatakan: “kamu taukan ini sudah malam? Emang susah ya kalo pulang gak malam seperti ini!”

Beri pujian

Pujian adalah cara kita menunjukkan apresiasi kepada orang lain. Memberi pujian kepada anak atas hal baik yang telah dilakukannya adalah cara yang baik untuk menunjukkan apresiasi Anda. Memberi pujian tentunya sangat mudah, Anda hanya perlu mengutarakannya dari hati. Misal, “Bunda senang sekali kamu bisa menyampaikan semua pesan yang Bu guru bilang di sekolah tadi, kamu sudah jadi anak yang amanah”.

This post has already been read 643 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation