Beberapa Ganguan Pencernaan Pada Bayi Dan Cara Mengatasinya

Bagi beberapa orang yang baru saja menjadi orang tua baru, perlu diketahui beberapa informasi yang berkaitan dengan kesehatan pada bayi. Memang secara umum, jika tidak mau bayi kita terjangkit penyakit, maka kitanya sendiripun haru pintar dan bersih dalam merawat bayi kita, mulai dari asupan makanannya, seperti susu,bubur dan lainnya. Begitu juga dari kebersihan dan kenyamanannya, seperti memilih bahan baju yang dipakainya, pilih yang nyaman untuk bayi kamu pakai, dan untuk memilih popok bayi, harus yang berdaya serap tinggi agar tidak terjadi iritasi kulit.

Walaupun memang rasanya kita sudah dengan sangat bersih dan telaten untuk mengurus bayi kita, tetapi terkadang ada saja sakit yang dialami oleh bayi kita, terutama pada pencernaanya. Berikut ada beberapa jenis gangguan pencernaan pada bayi yang baik untuk kita ketahui dan jug acara penanganannya.

Atresia Bilier

Gangguan system pencernaan yang berupa penyumbatan total aliran empedu akibat saluran empedunya tidak ada sebagian maupun seluruhnya. Cirinya, kulit bayi berwarna kuning sejak lahir. Cara Mengatasinya untuk jenis penyakit ini memang harus ditangani oleh dokter langsung.

Usus Terlipat

Jika bayi sudah mulai sering menangis dan tidak bisa buang angin ataupun buang air besar selama beberapa lama, segeralah periksakan ke dokter. Biasanya usus terlipat ini sering terjadi pada bayi berumur 5 sampai 10 bulan.

agoodparentingmerries

Diare Dikarenakan Alergi

Alergi yang dialami bayi bisa menimbulkan beberapa ciri seperti gatal-gatal pada kulit, batuk berdahak, dan diare berlendir serta kadang bisa berdarah juga. Alergi ini biasanya dari protein pada susu sapi. Cara mengatasinya, ganti asupan susu sapi dengan protein yang didalam susunya telah diproses, bisa juga dengan susu kedelai.

Berulang Kali Sakit Perut

Sakit perut yang berlangsung secara berulang-ulang selama lebih dari 3 kali dan lebih juga dari 3 bulan. Cara mengatasinya adalah dengan mengkonsultasikannya pada dokter, karena kita tidak boleh menerka-nerka bahkan mengabaikannya. Mencegah sesuatu yang buruk itu lebih baik daripada mengobatinya.

This post has already been read 477 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation