3 Cara Pendampingan Pada Anak Saat Usia Remaja Dalam Memilih Teman

Semakin tumbuh besar anak semakin merasa ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa mereka bisa menjaga dirinya sendiri. Mereka ingin mendapat pengakuan bahwa dirinya sudah dewasa. Mereka memilih teman main, memilih pasangan dan belajar menentukan segalanya sendiri.

Dalam proses peralihan pada anak usia remaja, justru peran orangtua sangatlah penting. Tidak kalah bila dibandingkan mengurus anak balita, mengurus anak remaja juga terasa sulit. Beberapa faktor di atas tadi menjadi alasan bagi anak remaja untuk terus membuktikan dirinya sudah semakin besar.

Kadang kita sebagai orangtua terlena dengan urusan pekerjaan atau sibuk dengan barang digital kita sampai lupa memperhatikan anak-anak. Inilah yang menjadi kekurangan kita sebagai orangtua, karena sebenarnya pendampingan pada anak usia remaja adalah hal yang sangat penting.

Beberapa waktu lalu, ramai dibicarakan kasus Ade Sarah yang meninggal dunia karena dibunuh oleh mantan kekasihnya. Secara sadis sang mantan dan pacar barunya bekerjasama untuk merencanakan pembunuhan tersebut. Belajar dari kejadian ini, sebagai orangtua kita perlu melakukan pendampingan secara ekstra pada anak saat usia remaja dalam memilih teman.

Memang tidak tepat bila orangtua membatasi pertemanan anak secara ekstrim, sebab itu pendampingan seperti apa yang tepat untuk diterapkan pada anak remaja kita tersayang.

1. Perbanyak komunikasi positif dengan anak

Komunikasi positif yang dimaksud adalah obrolan antara ibu dan anak atau obrolan sebagai teman untuk mendengarkan cerita dan keluh kesah anak. Dengan cara ini kita bisa mendekatkan diri dengan anak. Kita bisa masuk kedalam pemikiran anak dan masuk kedalam gelombang frekuensi yang sama dengan anak. Kadang anak menemukan permasalahan yang membuat mereka bisa merasa gelisah, tertekan, bahkan terguncang. Sebenarnya mereka bisa lebih mudah mengatasi masalahnya bila bercerita kepada orangtua yang sudah memiliki banyak pengalaman. Maka itu, menyamakan gelombang orangtua dan anak menjadi hal yang sangat penting. Anda akan berhasil hanya dengan melakukan komunikasi positif secara berkelanjutan.

Bentuk komunikasi positif seperti menanyakan hari-hari si anak di sekolah, gosip terbaru si anak dengan teman-temannya, bahkan kegiatan di luar urusan pendidikan juga bisa jadi bahan obrolan. Tidak untuk menggurui atau menghakimi anak, Anda hanya perlu banyak mendengarkan perkembangan anak remaja secara langsung dan bukan dari orang lain. Sehingga kita sebagai orangtua bisa kenal seperti apa kepribadian anak kita hari ini.

2. Kenal dengan teman dekat anak kita

Tidak ada salahnya orangtua mengetahui teman dekat si anak. Sesekali tunjukan dalamnya kasih sayang kita kepada anak di depan teman-temannya. Hati-hati untuk tidak melakukan hal yang bisa membuat anak risih atau merasa tidak nyaman karena sikap Anda.

Cara yang baik untuk menunjukan ini seperti menghubungi anak di telpone selular saat jam makan siang atau jam istirahatnya. Bisa juga Anda membawakan camilan saat anak main bersama teman-temannya di rumah. Dengan begini Anda bisa sambil bertanya-tanya ke teman-temanya. Sekedar menghafal nama dan wajah, mungkin tanya dimana tinggalnya, sekelas atau tidak. Di lain pertemuan Anda akan semakin dekat dengan anak dan juga teman-temannya.

3. Kenali teman spesial anak Anda

Buat peraturan sederhana, anak perempuan harus dijemput dirumah bila ingin diajak keluar dengan teman spesialnya. Biarkan Anda memiliki sedikit waktu untuk mengenal sambil bertanya-tanya kepada teman spesial anak Anda. Tanyakan latar belakang anak tersebut dan apapun yang membuat Anda semakin kenal. Berikan wejangan sekaligus pendampingan tentang cara berteman yang sehat dan positif.

Baca Juga:

Penting Mengingatkan Anak Untuk Selektif Dalam Memilih Teman Bermain

Sediakan Waktu Untuk Makan Bersama Keluarga

Ayo Jadi Teman Curhat Anak Remaja Anda

This post has already been read 1481 times!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post Navigation