Menghadapi Anak Remaja Berpacaran

Orangtua menginginkan anak remaja tumbuh kembang sesuai dengan usianya. Orangtua juga berharap lingkungan sosial anak di luar rumah bisa terjaga dengan baik. Tapi pada usia tertentu, anak akan mulai menyukai lawan jenis dan anak remaja mulai berpacaran. Lalu bagaimana menghadapi anak remaja yang mulai berpacaran?

Ketika anak memasuki usia remaja, usia 15 tahun, mungkin anak sudah dipenghujung kelas 3 SMP. Anak sudah melewati masa puber. Mereka sudah mulai bisa memiliki ketertarikan pada lawan jenis. Awalnya anak remaja hanya melihat dari ketampanan atau kecantikan temannya. Bila dirasa penampilan temannya menarik dan enak dipandang maka akan timbul rasa suka.

Dimulai dari rasa suka, selanjutnya anak remaja menunjukkan sikap agresif. Anak remaja mulai ingin terlihat selalu rapih, wangi dan mulai menggunakan barang-barang yang menandakan dirinya sudah semakin besar, sudah semakin dewasa. Kemudian orangtua harus memaklumi akan perubahan penampilan pada anak remaja tersebut.

Anak remaja berpacaran kini sudah semakin umum. Namun, bila anak remaja kita yang berpacaran bagaimana menanggapinya?

1. Pendekatan khusus 

orangtua-pendekatan-dengan-anak-remaja

Lakukan pendekatan ekstra pada anak kita. Orangtua harus mampu masuk jauh kedalam khayalan dan dunia anak remajanya. Sebagian orangtua memiliki aturan bahwa tidak ada ijin anak remaja berpacaran. Tetapi, orangtua perlu mendalami, saat di luar rumah apakah anak remaja kita tetap mematuhi aturan tersebut? Ketahui dengan pendekatan khusus, tanyakan siapa teman bermainnya, teman dekat di sekolah, dan apa saja kegiatan yang dilakukan oleh anak selama di luar rumah.

2. Ketahui siapa teman dekatnya

Siapa saja yang berada dilingkungan anak kita sebaiknya orangtua mengetahui. Apa dampak dari bergaul dengan temannya itu juga perlu dipantau. Bukan membatasi tapi sebatas mengenal dan mengetahui pergaulan anak remaja Anda.

3. Bila anak remaja ketahuan berpacaran, ingatan kewajiban dan haknya sebagai anak

Memberikan larangan bagi anak remaja yang sudah terlanjur jatuh cinta sangatlah sulit. Pada dasarnya melarang orang untuk jatuh cinta memang hal yang sulit, berlaku untuk usia berapapun. Bila sudah ketauan anak remaja berpacaran, sebaiknya orangtua mengingatkan kewajiban dan haknya sebagai anak. Hindari memarahi dan bersikap keras atau dingin kepada anak. Tunjukkan sisi pengertian dan penuh kelembutan saat berbicara mengenai kewajiban anak. Tugas utama anak adalah belajar, menuntut ilmu dan menjadi anak yang patuh pada orangtua. Hak anak adalah mendapatkan perhatian, sanjungan, penghargaan dari orangtua atas prestasi yang dicapainya.

Keterbatasan waktu kadang menjadi hambatan bagi orangtua untuk menerapkan hal-hal di atas dalam menghadapi anak remaja yang berpacaran. Namun, kesibukan bukan alasan untuk tidak memperhatikan pertumbuhan anak. Pada usia remaja, orangtua harus bisa memposisikan diri sebagai teman atau kakak. Sehingga figur orangtua bukan ditakuti melainkan disegani.

Cara Mengatasi Batuk Rejan Pada Bayi 1-12 Bulan

Jangankan bayi, orang dewasa pun tidak nyaman bila mengalami batuk rejan. Tentunya Ibu merasa khawatir bila bayinya terkena batuk rejan. Kemudian dalam hati Ibu bertanya, “apa yang bisa saya lakukan saat bayi terkena batuk rejan?”

Bayi 1-12 bulan tentunya masih dibawah pengawasan penuh. Sekalipun Ibu bekerja tentunya tetap ada orang yang dipercayakan untuk menemani dan merawat anak selama Ibu di luar rumah. Ketahui gejala batuk rejan, bila tertular pada anak bayi Ibu segera ketahui cara mengatasinya.

Bila batuk rejan menyerang, temani dan dampingi anak. Mendekatlah dengan bayi Ibu dan letakkan dalam posisi duduk tegak dipangkuan Ibu. Cobalah menenangkan, dan bicaralah dengan suara pelan.

cara-mengatasi-batuk-rejan-mama-baby-crying

Penting untuk diperhatikan, bila bayi berhenti bernapas sejenak terus pegang tubuhnya erat-erat, tapi tetap berikan ruang bernapas yang cukup maka bayi akan bernapas kembali. Konsultasikan segera dengan dokter anak bila nafas sempat terhenti atau tersedak saat makan hingga anak muntah-muntah.

Untuk bayi besar, dokter akan memberikan antibiotik sesuai yang dibutuhkan bayi 1-12 bulan. Obat tidak langsung mengobati dan menghilangkan sakitnya tapi dapat meredam keparahan penyakitnya. Obat ini juga akan mencegah penularan kepada bayi atau anak-anak lain yang ada di lingkungannya.

Untuk bayi kecil harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Dengan dirawat pernapasan bayi kecil ini akan terpantau. Saluran pernapasan juga akan dibersihkan dengan teliti dan tersedia oksigen yang siap pakai bila diperlukan. Terapi uap juga bisa diberikan bila diperlukan. Konsultasikan secara berlanjut dengan dokter anak hingga sakit batuk rejan ini selesai.

Fase dan Gejala Batuk Rejan Pada Bayi 1-12 Bulan

Pertussis atau yang lebih dikenal dengan sebutan batuk rejan adalah penyakit infeksi paru-paru dan saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri. Bayi berusia 1-12 bulan sangat rentan untuk tertular batuk rejan. Selain karena batuk rejan mudah menular, juga karena keadaan imun bayi belum sempurna.

Sekarang kasus batuk rejan memang sudah berkurang karena bayi telah diberi vaksinasi untuk melawan penyakiy seperti ini secara rutin. Perlu Ibu ketahui tidak selamanya imunisasi bisa membuat bayi terhindar dari batuk rejan. Bayi beresiko kekurangan oksigen saat mengidap batuk rejan. Hal ini bisa terjadi saat batuh terus-menerus. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan sel otak. Periode inkubasi batuk rejan antara 7 hingga 10 hari.

Penularan kepada bayi bisa terjadi dengan cepat. Segera ketahui 3 gejala batuk rejan pada bayi 1-12 bulan:

1. Fase pertama, Gejala awal batuk rejan yang terkesan ringan karena hanya menyerupai batuk dan pilek yang biasa di hidap anak-anak pada umumnya. Kemudian bayi mulai tidak nafsu makan, rewel karena tenggorokan terasa sakit. Jarang sekali bayi 1-12 bulan bisa menceritakan yang dirasakan kepada orangtua. Jadi Ibu harus leboh peka dan rajin cek keadaan si kecil. Keadaan bayi dimalam hari akan lebih buruk dan batuk rejan akan lebih menyerang setelah makan malam.

2. Fase kedua, setelah 1 – 2 minggu anak mulai mengalami batuk yang semakin sering. Sering tersedak saat makan kemudian mukanya memerah. Saat bernafat juga terlihat berat dan terdengar ada suara raungan yang sedikit melengking. Kadang orangtua menyepelekan karena saat anak tidak sedang batuk anak atau bayi bisa bermain seperti anak sehat. Saat batuk rejan kembali datang dan bayi batuk terus menerus, nafas bayi bisa berhenti dalam beberapa detik dan ini sangat berbahaya. Bayi 1-12 bulan yang sakit rejan bisa hingga muntah-muntah.

3. Pada fase ketiga atau tahap terakhir, batuk menjadi lebih ringan. Sebaiknya anak tetap diberi perhatian lebih karena pada fase ini anak masih lemah. Tambahakan sayuran dan vitamin melalui makanan sehat yang Ibu berikan agar membantu masa pemulihannya.

Selain mengerti fase dan gejala batuk rejan pada bayi 1-12 bulan, Ibu juga perlu mengetahui cara mengatasi batuk rejan pada bayi.

Perlu Diketahui Sebagian Besar Anak Perempuan Lebih Cerdas Dibandingkan Anak Laki-Laki

Apakah R.A. Kartini telah menunjukkan kepada banyak orang mengenai kemampuan seorang perempuan? Jawabnya adalah ia, R.A. Kartini memang telah menunjukkan pergerakan seorang perempuan yang hebat, kuat dan cerdas. Perempuan memang menggunakan perasaan lebih banyak dibandingkan pikiran rasional dalam kehidupannya. Akan tetapi, perempuan juga memiliki kecerdasan pada taraf yang cukup baik bahkan terkadang anak perempuan lebih cepat mempelajari suatu hal dibandingkan anak laki-laki.

Tanpa menyepelekan kemauan belajar dan tingkat kecerdasan anak laki-laki, Ibu perlu mengetahui bahwa sebagian besar anak perempuan memang lebih cerdas dibandingkan anak laki-laki. Ini perlu diperhatikan bila ibu memiliki anak khususnya pada usia balita. Mengutip riset yang pernah dibahas di harian wolipop, berikut ini mengenai keunggulan anak perempuan:

1. Tulisan Tangan

Tulisan tangan anak perempuan lebih bagus dari tulisan tangan anak laki-laki. Ibu tidak perlu heran, kaitannya anak perempuan memang lebih halus dan lebih peka. Termasuk soal tulisan tangan, hasil tulisan anak perempuan memang terlihat lebih rapih.

2. Kesadaran untuk Makan Sehat

Anak perempuan cenderung memiliki kesadaran untuk makan sehat lebih baik dibandingkan anak laki-laki. Bila Ibu memiliki anak laki-laki dan anak perempuan, silakan perhatikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Kalaupun anak perempuan lebih mudah untuk diajak mengkonsumsi makanan sehat, bukan berarti anak laki-laki tidak bisa. Penjelasan dan bujukkan tentang hidup sehat akan membuat anak laki-laki lebh mengerti tentang cara hidup sehat.

3. Lebih Cepat belajar

Penelitian yang dilakukan universitas Geogia dan Universitas Columbia menemukan kalau perempuan lebih cepat belajar dibandingkan laki-laki. Hal ini didasari oleh kemampuan anak perempuan mengembangkan pikirannya. Anak perempuan lebih cepat berbicara dan menulis dibandingkan anak laki-laki adalah hal yang wajar.

4. Lebih Cerdas dan Memiliki nalar yang Lebih Cepat

Berdasarkan riset penelitian oleh james Flynn, perempuan memiliki IQ yang lebih tinggi dari anak laki-laki. Ini merupakan riset skala dunia, yaitu dari Amerika, dan Eropa, Kanada, New Zeland, Argentina dan Estonia. IQ perempuan memang diatas rata-rata menurut hasil dari penelitian tersebut. Hasil ini juga bisa berlaku dimulai dari anak-anak.

5. Imunitas Tubuh Lebih Baik

Sekilas perempuan terkesan sebagai makhluk lemah. Berbeda dengan hasil dari penelitian  yang dilakukan Universitas McGill melihat bahwa wanita memiliki sistem imun lebih baik ketimbang pria. Hormon estrogen yang ada di dalam tubuh membuat perempuan bisa melawan infeksi lebih kuat. Bayi perempuan juga lebih bisa tahan penyakit dibanding bayi laki-laki. Sekitar 85% orang yang berumur lebih dari 100 tahun adalah Perempuan.

Waktu Tidur Anak Sesuai Kebutuhan

Mengapa terkadang anak rewel disore hari? Mungkin karena waktu tidurnya tidak cukup. Berikut adalah angka rata-rata kebutuhan tidur anak, menurut Jodi Mindell, dalam buku Sleeping Through The Night:
– Usia 2 tahun perlu total waktu 13 jam, terdiri dari tidur malam 10-12 jam, tidur siang sekitar 1-3 jam.
– Usia 3 tahun perlu total waktu 12-13 jam, terdiri dari 9-12 jam tidur malam dan tidur siang 1-3 jam.
– Usia 4 tahun perlu total waktu 9-12 jam, terdiri dari 11-12 jam tidur malam dan 0-2,5 jam tidur siang. (Anak juga boleh tidak tidur siang.
– Usia 5 tahun perlu total waktu 10-11 jam, terdiri dari 8-11 jam tidur malam dan 0-2,5 jam tidur siang (bisa tanpa tidur siang).
– Usia 6 – 8 tahun, perlu total waktu 10-11 jam yang didapat dari tidur malam tanpa perlu tidur siang.

Biasakan mengatur waktu tidur anak sesuai kebutuhannya dan sesuai dengan usia anak. Saat istirahat dan tertidur pulas tubuh anak akan relaks dengan sendirinya. Oleh sebab itu waktu tidur anak yang terpenuhi bisa membuat anak menjadi tenang dan baik untuk tumbuh kembang fisik anak.

Carly Membuktikan Anak Penderita Autis Juga Bisa Ekspresif

anak autisAnak autis berhak diperlakukan dengan baik. Mereka bukan anak yang selalu memposisikan keadaan orangtua dalam keadaan yang rumit. Carly, anak penderita autis ini. Ia telah membuktikan penyakit autis bukanlah suatu kekurangan.

Carly bisa mengekspresikan dengan baik tentang apa yang dirasakannya. Carly berhasil menghlangkan anggapan bahwa anak penderita autis sulit untuk diajak berkomunikasi. Hebatnya lagi Carly memiliki blog pribadi dan akun twitter yang di jalankan oleh dirinya sendiri. Continue Reading →

Tips Menghadapi Anak Remaja Paska UN

Bagi seorang anak menghadapi Ujian Nasional (UN) adalah hal yang tidak mudah. Setelah belajar sekian tahun akhirnya mereka dihadapkan dengan ujian akhir yang menjadi penentuan kelulusan mereka. Dalam menghadapi UN sudah pasti tenaga dan pikiran anak terkuras habis. Tapi bukan berarti orangtua bisa duduk diam dan bersantai saat UN berakhir.

Kita boleh saja membiarkan anak remaja kita beristirahat paska UN. Tapi orangtua juga jangan lupa, setelah anak lulus SMA ada jenjang yang harus dipersiapkan yaitu kuliah. Sebagai orangtua yang baik, sebaiknya Ayah dan Ibu melakukan diskusi lebih lanjut dengan anak. Jurusan apa yang menarik perhatian mereka dan yang sesuai dengan kemampuan akademis anak.

Berikut beberapa tips menghadapi anak SMA paska UN:

1. Mendengarkan keinginan anak

Kadang orangtua berfikir Penentuan jurusan kuliah bisa diputuskan sendiri. Apa yang disiapkan oleh orangtua dianggap sebagai rancangan baku yang harus diikuti oleh sang anak. Tidak semua anak remaja bisa diperlakukan seperti ini. Mulailah coba mendengarkan apa keinginan anak. Dengan mengetahui minat anak, jadi bisa lebih mudah memberikan pengarahan dalam memilih jurusan dan perguruan tinggi yang tepat.

Menghadapi-Anak-Remaja-ayah

2. Memberi dukungan penuh

Setelah bertanya-tanya dan berdiskusi dengan anak, orangtua tentunya akan menemukan jawaban mengenai jurusan yang sesuai dengan kemampuan anak. Sekalipun anak tidak ingi melanjutkan untuk berkuliah mungkin kisa bisa mendengarkan alasannya. Selain itu orangtua perlu tenang. Bila alasan anak remaja dianggap tidak masuk akal untuk masa depannya, orangtua bisa memberikan gambaran beberapa tahun kedepan bila anak mengambil keputusan yang kurang tepat. Gambaran akan jadi apa bila seorang anak salah mengambil keputusan.

Bila memang anak ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, berikan dukungan. Memberi fasilitas yang tepat seperti bimbel untuk ujian masuk perguruan tinggi, menyiapkan anggaran hingga memberikan pembekalan tentang dunia perkuliahan. Semua perlu dipersiapkan dengan baik. Ini adalah bagian penting dari menghadapi anak remaja Anda paska UN.

3. Memberi kepercayaan kepada anak remaja Anda

Paska UN, anak akan mendaftar di perguruan tinggi yang mereka inginkan. Dengan dukungan yang telah orangtua berikan tentu anak menjadi semakin percaya diri. Orangtua memiliki kekhawatiran tentang masa depan anak remajanya, ini merupakan hal yang wajar. Berikan kepercayaan kepada anak remaja Anda. Biarkan anak remaja Anda merintis kesuksesannya.

Terlalu mengekang atau terlalu cuek hanya akan menyusahkan anak. Menjalani pola pengasuhan good parenting tidak selalu susah, tinggal bagaimana cara Anda menjalaninya.

Solusi Mengatasi Anak Suka Marah

Sehari-hari orangtua selalu beriteraksi dengan anak. Tapi apakah orangtua sudah cukup baik dalam mengenali anaknya? Memiliki anak suka marah bisa menjadi masalah untuk sebuah hubungan ibu dengan anaknya. Seperti dikutip dari The Baby Book karangan William dan Martha Sears, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredamkan amarah.

Berikut ini bebrapa cara untuk meredamnya. Ketahui tips parenting berikut sebagai solusi mengatasi anak suka marah:

1. Mempelajari hal yang menyebabkan anak marah

Ketahui dengan pasti hal apa yang dapat memicu kemarahannya, apakah dia sedang merasa lapar, bosan,  suasana lingkungan yang tidak mendukung, menginginkan sesuatu atau benda tetapi tidak terpenuhi, atau bisa juga karena sebab lainnya. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.

2. Memberikan contoh sikap tenang padanya

ketika anak marah, volume bicaranya akan meninggi dan memancing orangtua untuk membalasnya lebih tinggi. Hindari keadaan ini. Anak mempelajari sesuatu dari apa yang dilihat dan dengarnya, karena itu penting untuk mencontohkan sikap tenang didepannya.

Jika lingkungan disekitarnya suka marah-marah, maka anak akan menganggap bahwa perilaku ini merupakan hal yang wajar. Secara tidak langsung perilaku “pemarah” akan terbentuk pada pribadi anak tersebut. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi orangtua jangan suka memarahi anak saat di depan orang lain. Apalagi pada kesalahan-kesalahn kecil yang diperbuat oleh anak-anak.

3. Ketahui siapa yang sedang marah

Bila orangtua adalah orang yang mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan dan berakhir dengan lomba saling teriak tanpa ada penyelesaian. Karena itu perlu diketahui siapa yang marah agar kondisi tetap terkendali. Jika anak anda sedang mengambeg, maka sebaiknya anda berkepala dingin, sabar dan menghadapi anak anda dengan lembut. Menasihati anak dengan nada keras tidak akan bermanfaat, malah akan menyakiti hatinya, apalagi pada saat anak/balita anda menangis, nasihat yang anda lontarkan tidak akan didengarnya. Sebaiknya menasihati menunggu waktu yang tepat, saat hati dan pikirannya tenang.

4. Usahakan untuk tetap tenang meskipun berada di tempat umum

Sebaiknya orangtua tidak menunjukkan kemarahannya pada anak di depan banyak orang, karena anak akan semakin menunjukkan rasa marahnya. Jadi cobalah untuk menggendong dan membawanya ke tempat yang lebih sepi. Membuatnya tenang, ketika si anak tenang, maka akan mudah kata-kata nasihat anda diserap dan dimengerti olehnya.

Sebaiknya tidak memberikan seluruh nasihat saat anak melakukan kesalahan di depan umum. Ini hanya akan mengintimidasi anak. Waktu terbaik untuk memberikan nasihat kepada anak adalah disaat jiwanya tenang, dan pada keadaan tetamood seperti menjelang tidur dan bangun tidur.

5. Memeluk dan merangkulnya erat

Sebagian besar anak yang kehilangan kontrol akan menjadi lebih tenang saat dipeluk. Pelukan ini tidak akan terlalu mengekangnya, namun tetap memberinya keamanan dan kenyamanan yang dibutuhkan saat sedang marah. Rasa nyaman yang timbul akan membuatnya lebih tenang dan melunak hatinya. Diharapkan Orangtua harus lebih memahami dan berperilaku lembut pada saat anak berperilaku keras. Dengan begitu, anak pun akan lebih mudah diatasi. Dengan memeluk anak, akan membuatnya merasa dimengerti dan dipahami.

6. Menahan diri adalah terapi yang baik

Tunggulah sampai ia tenang sebelum memulai konseling atau mengatasi permasalahannya, karena jika ia masih marah-marah kemungkinan Anda akan terpancing untuk ikut marah. Menasihati anak pada saat dia sedang dalam kondisi tenang, akan lebih diserap dan diterima oleh otaknya, sehingga anak akan menurut/mengerti apa yang disampaikan orangtuanya.  Seperti halnya, saat menyelesaikan suatu masalah, ketika menyelesaikannya dengan kepala dingin, tenang, dan menggunakan pikiran jernih, maka masalah akan dapat lebih mudah terlesaikan dengan solusi yang tepat.

Mengapa Anak Suka Marah?

Setiap anak memang terlahir unik. Perbedaan karakter pada masing-masing anak membuat orang tua belajar mengenai pola pengasuhan atau parenting yang baik. Mengapa orangtua perlu belajar tentang parenting yang baik? Setiap anak terlahir berbeda-beda dan setiap generasi tercipta dengan keadaan yang berbeda pula.

Anak bisa bersikap manis, cengeng atau bisa juga anak suka marah. Menghadapi anak penurut dan bersikap manis mungkin sangat menyenangkan. Tapi tidak selamanya anak kita terus-menerus bisa bersikap manis di setiap waktu. Memang cukup memusingkan bila anak suka marah dan emosinya sedang tidak stabil.

Anak yang sedang marah mungkin saja melakukan hal yang merugikan. Anak yang sedang marah, seringkali menjadi berani untuk melakukan hal diluar kebiasaannya sehari-hari. Anak yang suka marah bahkan bisa merusak dan mengerikan. Pernah ada orangtua bercerita, handphone, kipas angin, camera, dan barang-barang yang ada disekitar anak dibanting dan anak  tiba-tiba anak sulit dikendalikan.

Rasa marah seorang anak bisa timbul akibat banyak sebab. Terkadang orangtua ikut kesal dan merasa direpotkan jika anak suka marah dan mengamuk. Sebenarnya ada hal yang perlu ibu mengerti, mengapa anak suka marah?

1. Anak kecil juga butuh pengakuan
Metta
Kemauan dan keinginannya untuk bisa membuktikan bahwa dirinya bisa sangat besar tertanam pada anak-anak. Mereka ingi cepat menjadi besar sehingga bisa mendapat pengakuan dan dianggap setara oleh lingkungan sekitarnya. Mereka perlu sanjungan dan pujian. Biasanya anak suka marahketika orangtua sudah melarang-larangnya dengan kata “tidak”. Orangtua sering mengaggap si anak belum mampu karena masih terlalu kecil. Karena ia belum bisa menguasai emosinya secara logis, maka ia memilih mengekspresikannya melalui kemarahan. Maka tidak heran kalau anak sering marah-marah kemudian menangis.

2. Tidak seimbang antara kemauan dengan kemampuan

Ketika seorang anak memiliki kengintahuan dan kemauan yang kuat untuk melakukan sesuatu, tapi seringkali kemampuannya tidak sekuat keinginannya. Keadaan tidak seimbang antara kemauan dan kemampuan biasanya membuat kesal dan anak suka marah. Anak merasa frustasi kemudian menunjukkannya dengan marah-marah.

3. Anak merasa kecewa
sad-children-efek-pilih-kasih-terhadap-anak
Bukan hanya orangtua, anak pun memiliki ekspektasi tentang dirinya dan lingkungannya. Anak adalah pemerhati yang baik. Perilaku orangtua, perilaku kakak dan adiknya, perilaku pengasuh, keluarga, tetangga, teman dan setiap orang yang ada di lingkungannya akan selalu diperhatikan oleh anak.

Bila ekspektasi anak tidak terpenuhi biasanya ia akan memiliki perlawanan. Perlawanan bisa berbentuk pertanyaan. Ketika anak merasa pertanyaan atau keluhannya tidak terjawab dan tidak mendapatkan respon maka anak merasa kecewa. Perasaan kecewa ini bisa membuat anak suka marah. Ketahui solusi mengatasi anak suka marah agar hubungan orangtua dan anak bisa terjalin dengan baik.

Bagaimana Seseorang Bisa Terkena Kanker Mesothelioma

Apa itu Kanker Mesothelioma?

Mesothelium adalah membrane yang menutupi dan melindungi sebagian besar oragan tubuh. Mesothelium menghasilkan cairan pelumas yang dikeluarkan antara lapisan yang mengelilingi otak dan kantung sekitarnya. Cairan ini yang memungkinkan untuk menggerakkan organ sekitarnya seperti jantung, paru-paru dan yang lainnya.

Kanker Mesothelioma adalah penyakit di mana sel-sel dari mesothelium menjadi abnormal dan membelah tanpa kontrol atau perintah. Kanker Mesothelioma ini dapat menyerang dan merusak jaringan dan organ di dekatnya. Sel-sel kanker juga dapat menyebar dari inang asli dimulai pada pleura atau peritoneum. Kanker Mesothelioma ini dapat muncul pada usia berapapun dan bisa mengintai pria maupun wanita.

Apa penyebab Kanker Mesothelioma?

Penyebab Kanker Mesothelioma biasanya karena orang beridam diri secara berlama-lama di sekitaran paparan partikel asbes. Mungkin dalam kurun waktu tahunan. Asbes bisa ada di balik plafon atau berada dalam bagian bangunan yang dihuni. Atau mungkin rumah sudah aman dari paparan asbes penyebab Kanker Mesothelioma, lalu bagaimana bangunan kantor Anda?

Asbes adalah sekelompok mineral yang umum digunakan dalam produksi sebuah bangunan. Materi asbes yang sangat umum adalah semen, tekstil dan rem. Bila partikel asbes ini terhirup maka masalah kesehatan akan melanda termasuk Kanker Mesothelioma.

Cek bangunan yang ada disekitar Anda. pastikan rumah yang Anda huni bersama keluarga sudah aman dan terbebas dari paparan asbes yang berbahaya. Kanker Mesothelioma ini memang belum banyak kasusnya di indonesia, namun bukan hal yang tidak mungkin terjadi. Ketahui gejala Kanker Meshotelioma agar Anda dan keluarga terhindar dari penyakit ini.

Sumber Artikel:
OnlineMesothelioma.com

Lukisan Tangan Karya Svetlana Kolosova

Seniman yang memiliki anugrah multitalenta ini bernama Svetlana Kolosova. Ia memanfaatkan garis dari telapak tangan manusia untuk menjadi kanvas lukisannya. Ia berhasil bermain dengan warna-warna indah yang diukirkan secara teliti dalam mengeksekusi lukisan yang dibuatnya.

Kolosova membuat pandangan melukis di kanvas yang tidak lembut dan sulit, terlihat mudah seperti masing-masing gambar muncul dan membawa siapapun yang melihatnya menuju dunia dongeng. Ia juga mampu membuat cerita demi cerita beralaskan telapak tangan.

Kadang kala orang lupa bahwa mereka sedang memandangi lukisan yang menggunakan tangan sebagai mediannya dan terbawa untuk mengagumi bayangan dan bentuk yang digunakan Kolosva untuk menggambarkan cerita-cerita anak yang dilukisnya.

Berikut gambar lainnya yang mungkin bisa menginspirasi si kecil dalam berkarya:

lukisan-tangan-1

lukisan-tangan-4

lukisan-tangan-6

Sumber

Makanan Bernutrisi Bikin Anak Sehat dan Cerdas

Makanan adalah salah satu hal penting untuk semua orang. Terlebih lagi untuk anak dalam masa pertumbuhan. Orangtua tidak bisa menyediakan makanan hanya sekedar untuk membebaskan anak dari rasa lapar.

Penting sekali untuk mengetahui kandungan nutrisi dalam setiap bahan makanan yang hendak di olah. Cermat dalam memilih bahan makanan karena makanan bernutrisi dapat membuat anak sehat dan cerdas.

mengajarkan pola makan yang sehat sejak dini merupakan hal yang susah-susah gampang untuk anak kecil. Awalnya saat anak belum bersekolah, dia menurut saja dengan makanan yang disediakan di rumah. Tapi seiring bertumbuhnya anak, pada masa sekolah tidak lagi demikian. Anak akan kenal dengan jajan dan memiliki kebiasaan baru yaitu membeli makanan selain yang disediakan di rumah.

Penerapan Pola Makan Sehat

Jangan sampai anak kekurangan nutrisi pada masa pertumbuhan. Kekenyangan karena jajan adalah masalah yang sering terjadi. Batasi jajanan atau membeli makanan selain yang disediakan di rumah. Berikan pengertian pada anak tentang pentingnya kesehatan.

Sebelum anak berangkat sekolah, sediakan sarapan yang cukup agar anak bisa fokus saat belajar di sekolah. Bila anak sudah merasa cukup kenyang otomatis dia tidak mudah tergoda untuk jajan. Berikan sarapan bernutrisi baik sebelum anak memulai aktivitas hariannya.

Setelah anak pulang sekolah, beri buah-buahan segar yang akan kemabali menutrisi tubuhnya. Beri makan siang tepat waktu. Biarkan anak beristirahat agar tubuhnya relaks.

Tidur siang 1-2 jam sehari bagi anak-anak sudah cukup. Bila tidur siang terlalu lama juga bisa membuat anak lemas dan kurang bersemangat. Tidur malam juga bisa terganggu bila anak bangun terlalu sore. Tidur siang bisa membuat tubuh anak beristirahat, dan saat tubuh beristirahat organ tubuhnya akan berkembang dengan maksimal.

Berikan makan sore atau malam tepat waktu. Hindari beri makan di waktu yang terlalu malam. Bahaya over weight bisa mengancam bila anak diberi makan terlalu malam. Ditakutkan setelah makan anak langsung tidur dan penyerapan makanan berjalan kurang baik. Kadar gula dari makanan saja yang diserap oleh tubuh.

Sumber