Ketahui Manfaat Buah Kiwi Untuk Ibu Hamil dan Anak-Anak

Buah kiwi berkulit cokelat dan sedikit berbulu. Banyak anak-anak yang tidak mengetahui buah kiwi ini. Mungkin, orangtua tidak menjadikan buah kiwi ini sebagai santapan cuci mulut sehari-hari.

Buah kiwi yang berwarna hijau memiliki rasa asam yang kuat dan menyegarkan. Ternyata buah kiwi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan khususnya untuk ibu hamil dan anak-anak. Kandungan asam folat dalam buah kiwi yang sangat tinggi sangat bagus untuk ibu hamil. Manfaat asam folat untuk mengurangi risiko saraf tulang belakang dan cacat otak saat lahir.

tidak hanya mengandung asam folat, buah kiwi juga mengandung enzim actinidin yang menurut dokter spesialis gizi klinik dari FK UI, Dr Fiastuti Witjaksono bermanfaat untuk mencerna protein sehingga bisa lebih mudah diserap tubuh. Protein di dalam tubuh berfungsi sebagai pengganti sel-sel yang rusak, zat pembangun, dan menjaga metabolisme tubuh.

Ibu sudah tambah tau manfaat buah kiwi. Biasakan buah kiwi menjadi pilihan pencuci mulut untuk keluarga. Dengan demikian keluarga bisa menjadi lebih sehat.

Sumber

Stimulasi Kecerdasan Anak – Permainan Turun Naik

Mendengar nama permainannya saja tentu terkesan mudah kan, ‘Permainan Turun Naik’. Dengan permainan ini Ibu bisa memberikan stimulasi kecerdasan anak, khususnya untuk melatih keseimbangan anak. Seiring berat badan anak yang semakin bertambah, daya gravitasi akan memiliki daya tarik yang semakin besar. Maka penting untuk melatih keseimbangan anak.

Untuk melakukan permainan turun naik ini Ibu bisa menyiapkan sofa atau kursi yang kokoh bila Ibu ingin melakukan permainan dengan posisi duduk. Tapi bila ibu ingin melakukan permainan turun naik sambil tiduran, Ibu bisa menyiapkan matras sebagai alas. Permainan ini juga bisa melatih keberanian anak. Anak tidak takut memanjat dan tidak takut ketinggian, dan yang perlu dilatih adalah keseimbangan agar anak tidak mudah terjatuh.

Cara bermain:
Ibu duduk di kursi, letakkan bayi di atas tulang kering kaki Ibu. Angkat tubuh si kecil dan buat gerakan turun naik secara berulang. Bila bayi Ibu tidak seimbang, kembalikan tubuhnya ke posisi tengah. Bila bayi memiliki ekspresi ketakutan, kurangi kecepatan ayunan kaki, terus lakukan secara perlahan dan berulang-ulang.

Permainan Turun Naik efektive untuk bayi berusia 6-12 bulan. Lakukan sesekali karena baik untuk menstimulasi keseimbangan anak. Bila anak menjerit atau tidak terhibur, lakukan permainan naik turun di lain waktu. Bisa jadi si kecil sedang tidak ingin bermain karena ngantuk atau lapar.

Pencernaan Sehat Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak dan Kecerdasan Otak Anak

Baik orangtua maupun anak-anak pastinya ingin selalu sehat setiap kali bangun tidur di pagi hari. Kita bisa menjaga kesehatan dengan menjaga pola hidup dengan baik. Penting menjalankan pola istirahat dan pola hidup yang baik. Sayangnya, anak-anak belum menyadari hal ini, terutama untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Pencernaan sehat memiliki pengaruh tidak hanya sekedar membahas kemampuan tubuh menyerap nutrisi saja, namun juga mempengaruhi pertumbuhan otak. Bahkan, sebagian orang mengatakan usus adalah organ kedua terpenting manusia setelah otak.

Menurut pemaparan dari Ahmad Suryawan seorang dokter spesialis anak dari Divisi Tumbuh Kembang Anak, pencernaan mempengaruhi perkembangan fungsi otak yang dikenal dengan istilah ‘gut-brain axis’.

“Otak membutuhkan energi agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk menyerap zat gizi tetapi juga berkomunikasi dua arah dengan otak,” ujarnya dalam acara peluncuran Happy Tummy Council di Jakarta (25/3/13).

Hubungan gut-brain axis, jelas dokter dengan sapaan akrab Wawan ini, tidak sesederhana otak membutuhkan nutrisi yang diserap dari sistem pencernaan, namun memiliki kaitan yang kompleks karena melibatkan tiga sistem utama tubuh yaitu sistem saraf, sistem imun, dan sistem hormon.

“Maka dengan menjaga kesehatan sistem pencernaan akan sangat mempengaruhi perkembangan fungsi otak,” ungkap dokter dari Rumah Sakit dr. Soetomo ini.

Perkembangan fungsi otak, kata Wawan, memiliki periode kritis yaitu di saat sejak masih dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. “Hingga anak berusia 2 tahun, ia sudah memiliki 80 persen otak orang dewasa,” tutur Wawan.

Sedangkan dari usia 2 hingga 6 tahun, anak memiliki 95 persen otak orang dewasa. Yang artinya, hingga usia 6 tahun pun masih dikatakan saat perkembangan fungsi otak yang kritis.

Oleh karenanya, untuk mendapatkan perkembangan fungsi otak yang optimal, sistem pencernaan pun perlu sangat diperhatikan kesehatannya, terutama pada saat-saat kritis tersebut.

“Dengan memperhatikan kesehatan saluran cerna, maka anak akan memperoleh kemampuan motorik, komunikasi, kognitif, maturasi, emosi, kompetensi sosial yang baik dari perkembangan fungsi otak yang optimal,” paparnya.

Selain dari menjaga kesehatan pencernaan, lanjut Wawan, dibutuhkan pula pola asuh yang baik, seperti memberikan nutrisi yang seimbang dan stimulasi yang optimal untuk memanfaatkan masa kritis perkembangan fungsi otak.

Ketahui Cara Mengatasi Takut Gelap

Agar rasa ketakutan khususnya takut gelap tidak terbawa hingga dewasa, pada usia 9-10 tahun anak harus mendapatkan perlakuan yang tepat. Orangtua bisa membantu dengan membiasakan perilaku sehat seperti pola tidur yang sehat. Bantu anak dengan mengantarnya tidur dan menciptakan ruang dan keadaan yang nyaman untuk anak sebelum ia tidur dan ditinggalkan sediri.

Atur kegiatan anak dengan baik. Kegiatan yang banyak menyita tenaga seperti bermain lari-larian diberhentikan sekitar 2-3 jam sebelum anak pergi tidur. Duduk bersama, menonton atau membacakan buku cerita bisa menjadi pilihan yang tepat. Anak bisa relaks, dan disaat pikiran anak mulai relaks, orangtua menceritakan hal-hal yang memiliki nilai positif.

Orangtua bisa memasukkan bermacam pesan melalui cerita pada saat anak ingin pergi tidur. Anda bisa mencobanya mulai tetang anak pemberani, anak baik hati, anak yang perduli lingkungan, anak yang suka menolong, anak yang suka beramal atau apapun yang memiliki nilai kebaikan.

Anak sangat menikmati situasi seperti ini. Menurut sebagian orangtua moment ini adalah cara paling efektif mendekatkan anak dengan orangtua.

Berbagai Sumber

Mengapa Kita Takut Gelap?

Saat sekitar kita mendadak gelap, maka ketakutan muncul dan berubah manjadi sebuah ketegangan. Kemudian tubuh kita secara otomatis akan ikut tegang. Pundak dan otot-otot disekitarnya akan mengeras. Sesuatu yang irasional mulai kita pikirkan. Timbul kewaspadaan yang berlebihan dan terus-menerus membayangkan hal mengerikan.

Bila ini terjadi terus-menerus dan terasa semakin menakutkan, bisa jadi sedang mengalamin phobia gelap. Merasa super ketakutan saat gelap. Apakah Anda takut gelap? Atau Anak Anda mungkin takut gelap?

Sebagian ahli mengatakan bahwa rasa ketakutan saat gelap didapat karena genetik. Dahulu, nenek moyang kita mengalami ketakutan karena rasa takut dimangsa oleh predator dan hewan buas lainnya. Mereka terbiasa bersembunyi di goa dan tempat gelap lainnya. Saat berdiam diri di tempat gelap, rasa ketakutan dan fantasi mengerikan terus terbayang-bayang hingga merasa tidak berdaya dalam gelap.

Ada pelajaran yang di dapat dari penyerangan oleh singa di Tanzania sejak 1988 sampai 2009. Sebanyak 474 manusia mengalami penyerangan oleh singa. Sebanyak 60% berhasil diserang saat jam 6 sore dan 9.45 malam dan untuk 40% diserang di waktu lainnya.

mangapa-kita-takut-gelap-1

Pada saat gelap memang kebanyakan orang menjadi penakut dan sibuk dengan fantasi mengerikan hingga lebih mudah mendapatkan penyerangan oleh hewan buas.

Anak ketakutan dalam gelap
Anak takut dalam gelam merupakan kisah terbanyak dari ceritaketakutan yang ada. Diantara usia 4-6 tahun ketakutan anak sangat tinggi dan ini terus terjadi hingga usia 9 tahun. Setelah melewati usia 9 tahun biasanya perasaan takut gelap ini akan berkurang.

Parahnya kadang setelah melewati usia 9 tahun ada sebagian anak yang rasa takut gelapnya tidak menurun melainkan bertambah dan ketakutan ini bisa terbawa hingga dewasa. Pada tahun 2001 ada sebuah penelitian yang mengungkap bahwa 5% wanita dewasa merasa takut gelap dan 2% pria mengakui hal yang sama.

Sangat penting untuk Ketahui Cara Mengatasi Takut Gelap. Ketakutan harus diakhiri pada usia 9 tahun.

sumber: dailyinfographic

Anak yang Takut Memanjat

Ada seorang ibu bercerita, Ia memiliki anak yang takut memanjat. Ia pernah mencoba meletakkan anaknya di palang bertingkat. Setelah anak dilepas dan tidak di pegang sama sekali anak langsung berteriak histeris dan semakin lama semakin ketakutan.

Bila ibu memiliki anak yang takut memanjat sebaiknya jangan memaksakan anak. Anda bisa mendorong kemampuan memanjatnya secara bertahap. Dimulai dengan memanjat halangan kecil, mungkin trotoar baru kemudian tempat yang lebih tinggi.

Tips: Ibu bisa susun bantal secara bertahap ke arah kursi. Dengan bentuk bertingkat dan dengan sedikit narasi untuk memancing daya khayal anak. Sambil anak memanjat, ibu menceritakan bahwa anak sedang melangkah untuk naik ke atas panggung. Satu persatu bantal dipanjat seperti melangkah diatas anak tangga kemudian kursi diurutan terakhir sebagai panggungnya.

Beri dukungan agar tingkat percaya dirinya bertambah. Ia akan mampu memanjat sampai atas kursi. Pada waktunya, anak akan berani memanjat palang bertingkat.

Apakah Bayi dan Balita yang Tidur Satu Kamar Akan Saling Mengganggu?

Bayi dan balita tidur sekamar sebenarnya tidak ada masalah. Anak-anak berbagi kamar sudah terjadi selama beberapa generasi. Tidak ada alasan mengapa anak tidak dapat melakukannya.

Hanya saja penting memberi pengarahan pada anak untuk tidak menganggu adiknya. Penting juga membiasakan si kakak untuk membantu dalam mengurus si adik.

Membiasakan bisa dimulai dari memperlihatkan kepada anak agar si kakak tahu apa saja dab bagaimana cara merawat adiknya. Selain itu sesekali Ibu bisa menjadikan kakak sebagai asisten saat merawat adik. Ini akan membangun rasa memiliki dan membangun inisiatif dalam diri anak.

Banyak orang tua melihat anaknya mendapat gangguan dari adiknya seperti ditiban atau bantalnya direbut tapi hgal ini bukan masalah. Bila sudah waktunya tidur terpisan, Ibu juga bisa dengan mudah memberi penjelasan dari jauh-jauh waktu sebelum pindahan.

Waspadai 5 Makanan Pemicu Alergi Untuk Anak

Semua makanan baik yang berasal dari hewani atau nabati memiliki kandungan gizinya sendiri-sendiri. Kenali tubuh anak dengan cara mengetahui makanan apa saja yang aman atau memiliki dampak buruk untuk kesehatannya.

Sangat wajar bila sebagai orang tua, Ibu memberikan bermacam-macam sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan gizi seorang anak. Semakin banyak kandungan gizi yang masuk akan bagus bagi perkembangan anak.

Namun, Ibu perlu waspadai 5 makanan pemicu alergi untuk anak.

1. Kacang tanah dan jenis kacang-kacangan lainnya.

alergi-kacang-image

Alergi terhadap satu jenis kacang cukup berdampak serius. Alergi kacang bisa menyebabkan syok anafilatik pada sebagian kasus. Syok anafilatik adalah reaksi yang parah dan mengerikan. Tenggorokan penderita syok anafilatik bisa mengalami pembengkakan sehingga sulit bernapas.

Saran: Bila bayi alergi kacang, hindari masakan berbahan kacang tanah, selai kacang dan minyak kacang yang tidak di olah.

2. Telur.

alergi-telur-image

Bayi yang berusia 6-12 bulan yang alergi telur menunjukkan tanda ruam pada kulit setelah memakan telur atau makanan olahan berbahan telur. Ruam terlihat seperti eksim. Kulit bayi membengkak dan perut membengkak pada sebagian kasus. Selain bisa terlihat dikulit, bayi juga bisa muntah-muntah.

Saran: Bila bayi alergi telur hindari memberikan makan dengan lauk telur dan segala macam bentuk olahan. Terutama bagian putih telur yang memiliki kandungan lemak yang kaya dibandingkan kandungan proteinnya. Hindari juga memberikan kue dan roti yang berbahan telur.

3. Tomat.

alergi-tomat-image

Reaksi alergi tomat juga mirip dengan alergi telur. Kulit bayi ruam seperti eksim.

Saran: Bila bayi alergi tomat, hindari memberi masakan berbahan tomat baik mentah atau olahan, saus tomat, saus pizza, saus pasta ataupun tomat kalengan. Jika ada bagian keluarga memiliki riwayat alergi tomat, tunda memberikan tomat pada bayi Anda hingga usia 9 bulan.

4. Makanan produk susu.

alergi-susu-image

Sebagian anak tidak memiliki laktase yang cukup, enzim ini dibutuhkan oleh tubuh untuk mencerna gula pada susu dan untuk mencegah sakit perut dan diare. Alergi susu pada bayi bisa menyebabkan bayi selalu diare setiap selesai diberikan susu. Bisa juga ada ruam ringan di kulit.

Saran: Jika bayi alergi susu, konsultasikan kepada dokter anak. Hindari memberikan produk susu dalam bentuk apapun seperti susu sapi bubuk, yogurt, kue berbahan susu, keju, atau roti dengan isi susu.

Bila bayi Anda minum susu tambahan selain ASI, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak mengenai susu yang cocok. Biasanya dokter akan cek kotoran bayi Anda dengan cara kultur bakteri. Minta diagnosa yang tepat agar Ibu mengetahui apakah benar bayi Anda memiliki alergi susu.

5. Buah-buahan sitrus dan stroberi.

alergi-stroberi-image

Reaksi alergi terhadap sitru dan stroberi adalah ruam pada kulit seperti eksim.

Saran: Hindari jeruk segar yang berasa masam atau kecut, yogurt buah, labu, dan permen jeruk. Sebagai gantinya Ibu bisa memberikan buah pepaya, pisang, alpukat, jus apel yang lebih aman.

Makanan pemicu alergi sebenarnya masih ada lagi selain yang di atas seperti ikan, wijen, dan kerang. Ibu bisa coba memberikan ikan kepada bayi setelah 9 bulan. Memperkenalkan rasa dan sebenarnya kandungan ikan segar baik untuk kesehatan. Tapi tetap harus diperhatikan reaksi setelah makan. Untuk wijen dan kerang sebaiknya baru diberi setelah bayi berusia 12 bulan.

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis?

Banyak alasan mengapa anak suka marah-marah kemudian menagis. Hal ini lebih sering terjadi pada anak usia balita. Mengapa begitu? Anak balita belum menguasai kosakata dengan banyak. Mereka bisa saja mengalami kesulitan untuk menyampaikan apa yang dirasakannya.

Di saat bersamaan kadang ada faktor eksternal yang menjadi pencetus anak suka marah-marah. Diledek atau di ejek membuat seorang anak merasa dipermainkan. Tanpa sadar orang-orang disekitar suka sekali melakukan hal ini. Berulangkali si anak membuat pernyataan atau terlihat mulai marah, tapi orang-orang disekitar terus meledek dan seolah tidak melihat isyarat kemarahan pada anak. Hal demikian merupakan cerita terbanyak yang sering ditemui.

Anak suka marah-marah karena ia merasa sendiri dan anak mengira tidak ada seorang pun yang mengerti akan keinginannya. Saat anak merasa benar-benar tidak dipahami, biasanya ini menjadi penyebab anak menangis. Luapan kekesalannya diperlihatkan anak dengan menangis.

Apa yang harusnya orangtua lakukan?

Sebelum anak mendapatkan lingkungan luar, seperti sekolah atau lingkungan pendidikan lainnya, orangtua merupakan figure terhebat yang dimiliki oleh seorang anak. Anak beranggapan bahwa orangtua adalah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai.

Jangan Berikan Muka Galak

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-1-muka-galak

Bila anak sedang marah dan tidak bisa menyampaikan amarahnya dengan baik, orangtua hanya perlu bersikap menjadi sosok seperti yang anak-anak bayangkan. Jadilah sosok yang bisa membuat segala masalahnya selesai. Lakukan dengan tepat. Lakukan dengan porsi yang pas tidak berlebihan. Jangan memperlihatkan muka galak. Ini hanya membuat anak merasa semakin tidak dimengerti oleh Anda.

Mengerti keinginan anak merupakan tugas yang tidak mudah, tapi dengan melatih anak untuk berbicara ketika ingin menyampaikan sesuatu adalah hal yang wajib dicoba. Orangtua harus membiasakan anaknya berbicara saat memiliki keinginan. Jelaskan kepada anak bahwa marah-marah kemudian menagis adalah hal yang tidak memiliki manfaat, karena orang lain tidak dapat mengerti keinginannya hanya dengan melihatnya menangis.

Tidak Meberikan Hukuman Fisik

Kenapa Anak Suka Marah-Marah Kemudian Menangis-2

Dengan memberikan hukuman fisik kepada anak tanpa sengaja Anda sedang memperlihatkan ke anak cara menyampaikan sesuatu dengan cara yang salah. Kalau begitu apa bedanya Anda dengan anak yang suka marah-marah?

Hindari hukuman fisik, biasakan segala sesuatu dengan bicara. Hanya dengan bicara dan berdiskusi orangtua dan anak bisa saling memahami. Hukuman fisik bisa menyebabkan efek buruk pagi perkembangan psikologi anak. Hal ini menyalahi peraturan peraturan untuk orangtua.

 

 

10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak (Part 2)

Kembali ke Part 1

6. Memelihara kemandirian anak Anda.

Anda harus tahu kapan harus membantu anak dan kapan anak tidak perlu dibantu. Menetapkan batas membantu anak Anda bermanfaat untuk mengembangkan kemandirian anak. Bila kemandirian anak tidak dibangun sejak kecil ia bisa tumbuh sebagai anak yang tergantung pada orang lain bahkan bisa menjadi anak manja.

Tidak selalu mendapat pertolongan dan bantuan dari orangtua, anak bisa berpikir untuk mengarahkan dirinya sendiri. Kemandirian bagi anak merupakan kunci sukses untuk melanjutkan kehidupannya. Anak-anak menganggap kemerdekaan sebagai salah satu kebutuhan, karena itu adalah bagian dari sifat manusia merasa ingin memegang kendali daripada merasa dikendalikan oleh orang lain.

Berikan kepercayaan untuk anak agar bisa mandiri lebih baik daripada selalu membantu anak hingga anak tidak bebar perkreasi dan berpikir, pada satu titik hal seperti ini bisa membuat anak membangkang dan bertolak belakang dengan keinginan orantua.

7. Konsisten.

Aturan jelas penting dalam sebuah rumah tangga. Jika Anda memiliki peraturan yang terus berubah-ubah setiap hari, tentu anak akan merasa bingung dan menganggap Anda sebagai seorang pembohong. Buat aturan hanya sekali. Hal yang paling penting adalah konsisten. Semakin otoritas Anda didasarkan pada kebijaksanaan dan bukan pada kekuasaan, semakin sedikit anak Anda akan menantang itu.

8. Hindari disiplin keras.

Cara menghukum anak yang klasik sengan meberi hukuman fisik merupakan salah satu cara menghukum yang memiliki efek terburuk. Anak-anak yang dipukul, memukul atau menampar lebih rentan untuk berkelahi dengan anak-anak lain. Mereka lebih cenderung menjadi pengganggu dan lebih mungkin untuk menggunakan agresi untuk memecahkan perselisihan dengan orang lain.

Cara untuk menghindari disiplin keras salah satunya dengan mencontohkan kegiatan positif dalam kehidupan Anda kepada anak-anak. Dengan melihat contoh yang baik anak akan lebih mudah meniru. Semakin besar usia anak maka mereka semakin membutuhkan figure orangtua sebagai contoh nilai-nilai postif dalam kehidupan. Hindari disiplin keras merupakan salah satu usaha Anda untuk melakukan pola pengasuhan yang baik.

9. Jelaskan aturan dan keputusan Anda.

Apa yang Anda pahami sebagai orangtua tentunya ada perbedaan dengan anak Anda yang usianya masih sangat muda. Anak terlahir tanpa sebuah pengalaman. Jangan harap mereka akan memaknai segala macam hal sama seperti Anda.

Jelaskan aturan dan keputisan Anda kepada anak. Kalaupun ada teguran, berikan penjelasan mengapa orangtua menegur kesalahan anak. Umumnya saat anak dibawah 12 tahun orangtua perlu melakukan penjelasan secara mendalam, berbeda dengan anak di atas 12 tahun, mereka memerlukan lebih sedikit penjelasan. Pola mikir anak sudah mulai terbentuk. Orangtua hanya perlu melakukan pendampingan dan pemantauan.

10. Perlakukan anak Anda dengan hormat.

Cara terbaik untuk mendapatkan perlakuan hormat dari anak Anda adalah untuk memperlakukan dia dengan hormat. Anda harus memberikan anak Anda courtesies yang sama Anda akan berikan kepada orang lain. Berbicara dengannya sopan. Menghormati pendapatnya. Perhatikan ketika ia berbicara kepada Anda. Perlakukan dia dengan ramah. Cobalah untuk menyenangkan hatinya ketika Anda bisa melakukannya. Anak-anak memperlakukan orang lain dengan cara orang tua mereka memperlakukan mereka. Hubungan Anda dengan anak Anda adalah dasar bagi hubungan anak dengan orang lain.

Sekalipun anak Anda melakukan kesalahan, hindari memberikan sanksi didepan teman-temannya. Jangan berteriak-teriak sambil mengucapkan kata kasar kepada anak di depan orang asing atau di depan teman-temannya. Bila Anda pernah melakukan ini, segeralah meminta maaf kepada anak Anda. Dipermalukan seperti ini merupakan kesalahan orangtua yang banyak dilakukan dan buruknya ini sangat tertanam dalam ingatan anak hingga ia dewasa.

Tidak ada orangtua yang sempurana, yang ada hanyalah orangtua yang ingin melakukan hal terbaik untuk anaknya. Banyak cara untuk melakukan pola pengasuhan yang baik. 10 peraturan untuk orangtua di atas seharusnya bisa dilakukan untuk kebaikan tumbuhu kembang anak secara fisik ataupun mental.

Orangtua yang baik, kata Steinberg, adalah “orangtua yang menumbuhkan psikologis penyesuaian-unsur seperti kejujuran, empati, kemandirian, kebaikan, kerjasama, kontrol diri dan keceriaan.

“Orangtua yang baik adalah orangtua yang membantu anaknya berhasil di sekolah,” ia melanjutkan. “Ini menghalangi anak dari perilaku anti-sosial, kenakalan, dan penggunaan narkoba dan alkohol. Dan orang tua yang baik adalah orang tua yang membantu melindungi anak-anak terhadap perkembangan kecemasan, depresi, gangguan makan dan jenis lain tekanan psikologis.”

Buku-buku lain Steinberg :

Anda dan Remaja Anda: Panduan Orang Tua untuk Abad 10 sampai 20 (HarperCollins, 1997),

Crossing Jalan: Bagaimana Remaja Anak Anda Pemicu Krisis Pernah (Simon & Schuster, 1994),

Beyond Kelas: Mengapa Sekolah Reformasi Telah Gagal dan Orang Tua Apa yang Perlu Atraksi (Simon & Schuster, 1996).

Kembali ke Part 1

10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak (Part 1)

Apakah Anda terus-menerus mencari info terbaru tentang parenting untuk memastikan apa yang Anda lalukan semuanya sudah tepat? Anda dapat sedikit relaks, menurut psikolog Universitas, Laurence Steinberg, mengatakan bahwa orangtua yang sempurna itu tidak ada.

Kata Steinberg, “Tapi saya belum pernah bertemu orangtua yang sempurna 100 persen”.  Ada 10 rangkaian prinsip-prinsip dasar parenting yang baik. Hal ini bisa menjadi acuan dalam gaya pola pengasuhan anak yang baik. Steinberg percaya ini bisa menjadi format yang sempurna untuk para orangtua yang sibuk setiap harinya.

“Tidak ada pekerjaan yang lebih penting dalam setiap masyarakat daripada membesarkan anak-anak, dan tidak ada pengaruh yang lebih penting tentang bagaimana anak-anak mengembangkan daripada orangtua mereka.”

Berikut ini adalah gambaran singkat dari 10 Peraturan Parenting Untuk Orangtua Sebagai Prinsip Dasar Pola Pengasuhan Anak yang baik:

1. Apa yang Anda lakukan

Katakan pada diri Anda setiap hari. Bagaimana cara Anda memperlakukan dan menanggapi anak. Anda harus tahu apa yang sedang Anda perbuat terhadap anak Anda dan apa manfaatnya. Selalu bertanya pada diri Anda sendiri: Apa efek akan keputusan saya terhadap anak saya?

2. Anda tidak bisa terlalu mencintai.

Sebagai orangtua tentu kita sangat mencintai anak kita. Tapi sebaiknya Anda tidak perlu menunjukan ekspresi bahwa Anda sangat mencintai anak Anda. Tunjukan sikap sebagai orangtua yang hangat hingga anak menyadari bahwa ada kasih sayang dan cinta antara Anda dengan dirinya, ini sudah cukup dibandingkan menunjukkan sikap yang terlalu mencintai hingga berlebihan. Biasanya sikap berlebihan ditunjukkan pada sikap over protect kemudia pemberian materi yang berlebihan, member harapan dan memanjakan anak.

3. Terlibat dalam kehidupan anak Anda.

Anda sibuk mengajar karir Anda? Anda katakana semua untuk kepentingan anak dan keluarga? Sebagai orangtua tidak bole terlupakan, Anda perlu terlibat langsung dalam kehidupan anak Anda.

Susun kembali jadwal kegiatan Anda, letakkan kehidupan anak sebagai prioritas. Kepentingan anak dan keluarga memang harus benar-benar diperhatikan. Jangan mengeluh ketika Anda mengorbankan kepentingan Anda untuk terlibat dalam kehidupan anak Anda. Beri dukungan baik mental maupun fisik merupakan pola pengasuhan anak yang baik bagi tumbuh kembang anak.

4. Peting untuk beradaptasi agar sesuai dengan kebutuhan anak Anda.

Kebutuhan anak mengalami perubahan pada setiap fase kehidupannya. Sebagai orangtua penting bagi Anda untuk bisa beradaptasi agar sesuai antara apa yang Anda usahakan untuk anak dengan apa yang dibutuhkan anak Anda.

Seiring waktu anak semakin besar, semakin banyak kebutuhan, semakin banyak pertanyaan dan semakin bergejolak di dalam kehidupan pribadinya. Ketahui dengan peka apa yang sedang dibutuhkan dengan anak Anda. Bawa ke posisi dimana anak Anda merasa ia di merdekakan oleh orantuanya.

Bila ada argumentasi antara anak dengan orangtua, ini merupakan hal yang wajar. Hadapi pertanyaan-pertanyaan yang ada dengan memberikan arahan yang tepat.

5. Membentuk dan menetapkan aturan.

Jika Anda tidak mengelola perilaku anak Anda dari anak masih kecil, ia akan memiliki kesulitan untuk belajar bagaimana mengelola dirinya sendiri ketika dia sudah lebih tua dan Anda sudah tidak berada disampingya untuk merawatnya.

Setiap saat, siang atau malam, Anda harus selalu mampu menjawab tiga pertanyaan: Dimana anak saya? Dengan siapa anak saya saat ini? Apa yang sedang anak saya lakukan? Penting untuk membentuk aturan dan menetapkan aturan di dalam sebuah rumah tangga.

Beri arahan agar anak mengetahui bahwa menjawab ketiga pertanyaan tersebut merupakan hal yang sangat penting untuknya. Karena ini merupakan hal yang penting, sekalipun tidak ditanya, anak seharusnya memiliki kesadaran untuk mengabarkan kepada orangtuanya setelah anak mulai dewasa.

Melanjutkan ke Part 2

10 Tips Cara Menjadi Orang Tua Yang Baik Untuk Anak

Menikah dan memiliki anak adalah sebuah pilihan yang menyenangkan sekaligus penuh tantangan. Menjadi orangtua bisa menjadi sukacita, tetapi juga merupakan pekerjaan yang sulit. Tidak ada orangtua yang sempurna. Semua orang bisa membuat kesalahan. Bahkan karena cinta kasih, orang tua terkadang melakukan hal-hal yang mereka tidak inginkan. Maka orangtua sering mengatakan “maaf, ibu tidak bermaksud”, seperti setelah berteriak pada anaknya.

Tapi jika Anda berpikir, Anda mengalami kesulitan mengendalikan diri segera dapatkan bantuan sehingga kekerasan itu tidak dimulai. Parenting adalah pekerjaan paling sulit di bumi karena tidak ada pelatihan sebelumnya atau kualifikasi untuk posisi ini. Sementara semua pekerjaan lain memiliki proses pelatihan atau orientasi. Sebuah pola pengasuhan yang salah atau miskin ilmu akan mengawal anak-anak ke kehidupan yang bermasalah.

Berikut adalah 10 tips cara menjadi orangtua yang baik untuk anak:

1. Pastikan untuk memperingatkan anak-anak Anda saat mereka melakukan kesalahan sebelum mengoreksi.

2. Memastikan untuk memberikan hukuman kepada anak-anak yang mampu dilakukan oleh mereka. Berikan hukuman yang berhubungan dengan apa yang mereka lakukan.

3. Mempertahankan konsistensi dan pemantauan hukuman yang diberikan kepada anak-anak Anda merupakan faktor penting.

4. Hal ini sangat penting, tetap tenang dan mempertahankan nada yang seimbang, suara bahkan pada saat anak Anda melakukan hal yang tidak diinginkan.

5. Ketahui bahwa dalam pikiran anak satu menit terasa seperti satu jam. Jelas ini berbeda dengan orang dewasa.

6. Hal ini sangat penting, untuk menjadi konsisten karena sampai anak berusia 12 tahun, anak masih belum mengerti hal-hal yang di luar dari kebiasaan. Jika Anda tidak konsisten, mereka akan berpikir bahwa Anda adalah seorang pembohong.

7. Tip lain orangtua yang baik adalah menerima perhatian dan pengajaran sebagai disiplin karena membantu anak Anda untuk memiliki perilaku yang baik adalah yang terbaik yang dapat Anda berikan kepada mereka.

8. Jangan mendisiplinkan anak-anak Anda akan hal-hal yang tidak diperlukan.

9. Pengasuhan yang baik membutuhkan pemahaman yang baik antara suami dan istri. Jika Anda tidak setuju dengan hukuman tertentu, Anda jangan mencoba untuk mengambil keputusan sendiri sebelum membicarakan kepada pasangan Anda.

10. Berikan anak kesempatan yang cukup untuk membantu Anda dalam tugas-tugas di mana mereka bisa diajarkan untuk mulai membantu Anda. Mereka akan mulai mendapatkan rasa memiliki dan hubungan keluarga yang baik akan semakin terbangun.